Jemaah Haji Indonesia Diimbau Tidak Turun Lantai Usai Lempar Jumrah di Lantai 3

PPIH Arab Saudi mengimbau kepada jemaah haji untuk mematuhi arahan petugas khususnya saat pelaksanaan lempar jumrah.

Mei 19, 2026 - 08:31
Jemaah Haji Indonesia Diimbau Tidak Turun Lantai Usai Lempar Jumrah di Lantai 3

MAKKAH - Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman memberikan sejumlah imbauan bagi jemaah haji Indonesia terkait pelaksanaan lempar jumrah.

Koordinator Satop Armuzna Harun Arrasyid mengimbau jemaah haji Indonesia saat melempar jumrah pada 10 Zulhijjah dan hari tasyrik nanti, untuk tidak pindah jalur dari lantai tiga ke lantai lain bagi jemaah haji yang mabit di tenda Mina.

Harun mengatakan, bagi jemaah haji yang tinggal di tenda Mina, pelaksanaan jamarat diprioritaskan di lantai tiga. Start awalnya dari Terowongan Muaisim menuju jamarat melewati dua terowongan Mina.

"Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah. Tanyakan kepada petugas di lokasi arah kembali ke tenda, karena jalurnya akan berputar keluar dan langsung masuk kembali ke Terowongan Muaisim," kata Harun dikutip pada Senin (18/5/2026). 

Harun mengatakan, petugas yang berjaga harus menanyakan kepada jemaah apakah tinggal di tenda Mina atau kembali ke hotel bagi yang ikut skema tanazul. Jika jemaah kembali ke tenda, maka arahnya akan berputar terus melalui pintu yang keluar, langsung masuk terowongan lagi.

"Jadi nanti jemaah setelah melakukan jumrah aqabah, wustha, dan ula, dia akan menuju terowongan lagi, masuk terowongan pertama, terowongan kedua, langsung ke depan tenda Mina yang tadi kita ada di sana," kata Harun.

Selain itu, Harun juga mengimbau jemaah agar tidak panik saat berada di jalur terowongan, lampu tiba-tiba mati. Bila kasus ini terjadi, Harun minta agar jemaah yang bersangkutan menepi ke pinggir. Tujuannya agar tidak terjadi bentrokan saat suasana gelap dan semua orang mencari jalan keluar.

Terkait pemetaan wilayah maktab, Harun menyebutkan, sebagian besar jemaah haji Indonesia menempati wilayah Zona 3 dan Zona 5 di dekat Terowongan Muaisim. Mereka terbagi ke dalam 61 markas, mulai dari maktab kecil di wilayah bawah hingga maktab besar di wilayah atas. 

Sementara itu, untuk skema tanazul atau langsung pulang ke hotel setelah lempar jumrah aqabah, rencananya akan ditempatkan di Zona 5 dan saat ini masih dalam tahap perumusan final sebelum diumumkan secara serentak. (*/MCH 2026)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow