Hasim dan Hidayatullah, Dua Jemaah Lintas Generasi Asal Cianjur Berangkat Haji
Keberangkatan 73 calon jemaah haji Cianjur Kloter 24 JKS berlangsung haru dan khidmat, diwarnai keberagaman usia, pendidikan, serta profesi, sebagai bukti panggilan haji yang universal.
CIANJUR - Keberangkatan rombongan calon jemaah haji asal Kabupaten Cianjur di halaman Markas Kepolisian Resor Cianjur diwarnai suasana penuh keharuan mendalam.
Sebanyak 73 warga yang tergabung dalam Kelompok Terbang 24 JKS secara resmi memulai perjalanan suci mereka untuk menunaikan rukun Islam kelima pada musim haji 1447 Hijriah ini.
Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Cianjur Ramzi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah lainnya, termasuk Kepala Polres Cianjur AKBP Dr. Akhmad Alexander Yurikho Hadi dan Wakil Kepala Polres Kompol Mohammad Ardi Wibowo.
Hadir pula Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Cianjur KH. Abdul Rauf beserta perwakilan dari jajaran TNI, DPRD, Kejaksaan, institusi keagamaan, serta tokoh masyarakat setempat.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Cianjur, H. Herryanto, merinci bahwa dari total puluhan jemaah yang diberangkatkan menuju embarkasi tersebut, komposisinya terdiri atas 41 orang jemaah laki-laki dan 32 orang jemaah perempuan.
Salah satu hal yang paling menarik perhatian dari kelompok terbang kali ini adalah bentangan rentang usia para jemaah yang mempertemukan dua generasi yang sangat berbeda jauh.
Posisi jemaah dengan usia paling muda tercatat atas nama Hasim Arifin yang baru menginjak usia 26 tahun, sedangkan predikat jemaah dengan usia paling sepuh disandang oleh A. Hidayatullah yang telah mencapai usia 91 tahun.
“Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan, dan kelancaran selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci,” ujar Herryanto dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).
Lebih lanjut, dalam hal ini pihak otoritas keagamaan setempat juga membeberkan data mengenai latar belakang tingkat pendidikan para jemaah yang terpilih berangkat tahun ini.
Tercatat sebanyak 4 jemaah memiliki ijazah sarjana strata satu, 10 orang merupakan lulusan sekolah menengah atas, 8 orang menyelesaikan pendidikan sekolah menengah pertama, sementara bagian terbesar dari rombongan ini yaitu sebanyak 51 jemaah merupakan lulusan sekolah dasar.
Jika ditinjau dari profesi sehari-hari, komposisi rombongan ini tampak didominasi oleh kalangan ibu rumah tangga serta para pekerja sektor pertanian.
Secara mendetail, terdapat 2 orang yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil, 10 orang purnatugas atau pensiunan, 7 orang berprofesi sebagai pedagang, 12 orang karyawan swasta, 16 orang bekerja sebagai petani atau nelayan, serta 26 orang lainnya merupakan IRT.
Menurut pandangan Herryanto, keberagaman yang begitu kontras baik dari segi usia, tingkat pendidikan, maupun mata pencaharian ini menjadi bukti nyata bahwa panggilan ke Baitullah bersifat universal dan merangkul segenap elemen masyarakat tanpa memandang sekat sosial.
Selain itu, ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap tim pemandu dan petugas kesehatan yang akan mengawal rombongan selama di perjalanan hingga mendarat di Arab Saudi.
“Kami berharap seluruh petugas mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta kesabaran dalam melayani para jemaah,” katanya menjelaskan.
Dalam momentum tersebut, seluruh anggota jemaah diminta senantiasa mengontrol kondisi fisik dan kebugaran mereka, mengingat dinamika cuaca ekstrem serta intensitas ritual ibadah di Arab Saudi menuntut ketahanan tubuh yang luar biasa.
Semangat kebersamaan dan saling menjaga di antara sesama jemaah juga menjadi poin krusial yang ditekankan agar seluruh tahapan ibadah dapat dilalui tanpa hambatan berarti.
“Perjalanan haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Karena itu kami berpesan agar seluruh jemaah mematuhi arahan petugas, menjaga kesehatan, serta memperbanyak ibadah dan doa,” lanjutnya.
Herryanto juga menitipkan harapan besar agar rombongan suci ini bersedia menyisipkan doa di tempat-tempat mustajab demi keselamatan, kedamaian, serta kemakmuran bagi seluruh masyarakat Kabupaten Cianjur.
Ia mendoakan agar seluruh perjuangan fisik dan batin para jemaah ini membuahkan hasil manis berupa kepulangan ke tanah air dengan menyandang predikat sebagai haji yang mabrur dan mabrurah.
Pihaknya menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Cianjur serta Kepolisian Resor Cianjur yang telah mencurahkan segenap dukungan fasilitas demi kenyamanan para jemaah.
Keberangkatan puluhan warga dari berbagai rentang usia ini menjadi babak pengembaraan spiritual menuju tanah suci Mekkah dan Madinah, membawa sejuta asa untuk kembali ke kampung halaman dengan membawa limpahan berkah bagi diri sendiri, keluarga, serta daerah asal.(*)
Apa Reaksi Anda?