Serangan Israel di Gaza Tewaskan Empat Warga Palestina, Dua di Antaranya Anak-anak
Empat warga Palestina, termasuk dua anak-anak, tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza. Dalam 24 jam terakhir, enam jenazah dan 34 korban luka dievakuasi ke rumah sakit.
Sedikitnya empat warga Palestina, termasuk dua anak-anak, dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan militer Israel di sejumlah wilayah Jalur Gaza pada Kamis (30/7/2026). Puluhan warga lainnya juga mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Mengutip laporan Al Jazeera yang merujuk pada Kementerian Kesehatan Gaza, dalam 24 jam terakhir rumah sakit menerima enam jenazah dan 34 korban luka.
Dari jumlah tersebut, empat merupakan korban yang baru meninggal akibat serangan terbaru. Sementara itu, satu korban meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami luka-luka, dan satu jenazah lainnya ditemukan dari lokasi serangan yang terjadi sebelumnya.
Di wilayah selatan Jalur Gaza, pasukan Israel juga dilaporkan menembaki sebuah kamp pengungsian. Serangan tersebut menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal setelah tenda-tenda dan fasilitas pengungsian mengalami kerusakan.
Konflik di Jalur Gaza kembali memanas sejak Israel melancarkan operasi militer pada Oktober 2023 sebagai respons atas serangan kelompok Hamas.
Menurut data yang dikutip Al Jazeera dari otoritas kesehatan di Gaza, operasi militer tersebut telah menyebabkan lebih dari 73.000 orang tewas dan sekitar 173.000 lainnya terluka.
Sementara itu, pada 9 Oktober 2025, Israel dan Hamas menyepakati fase pertama rencana perdamaian yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki. Gencatan senjata mulai berlaku sehari setelah kesepakatan tersebut.
Berdasarkan kesepakatan itu, pasukan Israel mundur ke Garis Kuning. Namun, hingga kini Israel masih menguasai lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza.(*)
Apa Reaksi Anda?