Jelang Puncak Haji, Musyrif Diny Prof Niam Ajak Jemaah Perkuat Ilmu Manasik

Musyrif Dini Prof Asrorun Niam Sholeh mengimbau jemaah haji Indonesia memperbanyak ibadah, memahami manasik, menjaga kesehatan, dan fokus menghadapi puncak haji di Armuzna.

Mei 19, 2026 - 08:31
Jelang Puncak Haji, Musyrif Diny Prof Niam Ajak Jemaah Perkuat Ilmu Manasik

MAKKAH - Musyrif Dini (pembimbing haji) Prof. Asrorun Niam Sholeh mengajak jemaah haji Indonesia memperbanyak ibadah, dzikir, munajat kepada Allah SWT, serta menjaga pelaksanaan salat lima waktu berjamaah selama berada di Tanah Suci.

“Bagi yang sehat dapat ke Masjidil Haram dengan memanfaatkan fasilitas transportasi yang tersedia. Bagi yang ada udzur, salat jamaah dilakukan di masjid tempat tinggal selama di Makkah,” kata Prof Niam, Senin (18/5/2026).

Selain memperkuat ibadah, Prof Niam juga meminta jemaah untuk terus mengaji dan memahami tata cara manasik haji secara benar. Menurutnya, pembimbing ibadah perlu mengintensifkan pembekalan fikih haji praktis agar jemaah memahami syarat, rukun, kewajiban haji, larangan yang harus dihindari, hingga amalan yang dilakukan pada waktu dan tempat tertentu.

“Jangan hanya sekadar berangkat ke Tanah Suci tanpa membekali diri dengan ilmu manasik haji. Karena haji merupakan ibadah mahdhah yang harus memenuhi syarat, rukun, serta ketentuan keagamaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik dengan mengonsumsi makanan sehat, beristirahat cukup, dan menjaga ketenangan pikiran selama menjalankan ibadah.

“Jangan memforsir diri atau aji mumpung. Fokus dan prioritaskan persiapan rangkaian ibadah haji mulai 8 hingga 13 Dzulhijjah, terutama saat pelaksanaan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” katanya.

Prof Niam menjelaskan bahwa ibadah haji memiliki unsur ibadah jasmaniyah atau fisik, sehingga membutuhkan kebugaran. Selain itu, haji juga mencakup ibadah maliyah yang membutuhkan kemampuan biaya, serta ibadah ruhiyah yang berkaitan dengan kesiapan mental dan spiritual.

Karena itu, ia mengajak jemaah untuk memperbanyak doa, baik demi kelancaran pelaksanaan ibadah maupun kehidupan yang lebih baik setelah menunaikan haji.

“Berdoa kepada Allah SWT untuk kelancaran pelaksanaan ibadah haji, keluarga yang sakinah, serta masyarakat dan bangsa Indonesia yang damai dan sejahtera. Jangan lupa mendoakan Presiden dan para pemimpin negeri agar dapat memimpin serta membangun bangsa Indonesia dengan adil dan bijaksana sehingga dapat mengantarkan Indonesia menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tuturnya.

Di akhir pesannya, Prof Niam mengajak jemaah melakukan muhasabah dan menjadikan ibadah haji sebagai momentum perbaikan diri, keluarga, hingga kehidupan berbangsa.

“Perbaiki negeri dimulai dari memperbaiki diri sendiri. Etos haji adalah etos kesetaraan, kebersamaan, kejujuran, dan kerja keras,” tandasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow