Empat Penyelam Italia Ditemukan di Segmen Terdalam Gua Alimata Maladewa

Empat penyelam Italia yang hilang di Gua Alimata, Maladewa, ditemukan tim penyelam elit Finlandia di bagian terdalam gua bawah laut Atol Vaavu.

Mei 19, 2026 - 08:31
Empat Penyelam Italia Ditemukan di Segmen Terdalam Gua Alimata Maladewa

JAKARTA - Empat penyelam asal Italia yang dilaporkan hilang sejak Kamis lalu akhirnya ditemukan oleh tim penyelam elit Finlandia di dasar gua bawah laut terdalam di Atol Vaavu, Maladewa, yakni Gua Alimata, Senin (18/5/2026).

Tim penyelam Finlandia yang terlibat dalam operasi tersebut terdiri dari Sami Paakkarinen, Jenni Westerlund, dan Patrik Gronqvist. Mereka bekerja sama dengan Pasukan Pertahanan Nasional Maladewa (MNDF), Kepolisian Maladewa, pemerintah Italia, serta sejumlah pihak terkait lainnya dalam misi pencarian dan penyelamatan.

Ketiga penyelam spesialis tersebut berhasil menemukan keempat korban di ujung terowongan yang berada jauh di dasar ruang kedua sistem gua bawah laut itu.

Organisasi Divers' Alert Network (DAN) Europe yang mengerahkan tim Finlandia menjelaskan bahwa ketiganya merupakan penyelam teknis dan penyelam gua dengan pengalaman internasional dalam operasi pencarian dan penyelamatan, termasuk di lingkungan ekstrem dengan kedalaman tinggi, ruang sempit, dan situasi berisiko tinggi.

Dalam operasi tersebut, tim menggunakan teknologi penyelaman khusus, termasuk alat pernapasan sirkuit tertutup atau closed-circuit rebreather. Sistem tersebut mendaur ulang gas pernapasan yang dihembuskan dan menyaring karbon dioksida melalui filter kimia sehingga memungkinkan durasi penyelaman lebih lama.

Operasi pencarian dilakukan melalui penyelaman teknis gua yang dimulai sekitar pukul 08.30 waktu Italia dan berlangsung selama hampir tiga jam.

"Selama intervensi operasional pertama ini, tim spesialis berhasil menjelajahi sistem gua bawah laut, menilai kondisi lingkungan dan operasional, menemukan keempat korban yang masih hilang, serta mengumpulkan informasi penting yang diperlukan untuk merencanakan fase operasi berikutnya," demikian pernyataan DAN Europe.

Tragedi tersebut bermula pada Kamis, ketika lima orang, termasuk seorang ibu dan putrinya, tidak kembali ke permukaan setelah menyelam untuk menjelajahi gua pada kedalaman sekitar 50 meter atau sekitar 165 kaki. Insiden ini disebut sebagai kecelakaan penyelaman tunggal terburuk dalam sejarah Maladewa.

Salah satu korban, instruktur penyelam Gianluca Benedetti, lebih dahulu ditemukan pada Jumat di dekat mulut gua Thinwana Kandu atau yang dikenal sebagai Gua Hiu, pada kedalaman sekitar 60 meter atau 197 kaki.

Korban lain yang telah diidentifikasi yakni Monica Montefalcone, profesor madya ekologi dari Universitas Genoa; putrinya Giorgia Sommacal; ahli biologi kelautan Federico Gualtieri; serta peneliti Muriel Oddenino.

Juru bicara Pemerintah Maladewa Ahmed Shaam menyatakan keempat korban ditemukan berada jauh di dalam sistem gua.

"Seperti yang diperkirakan sebelumnya, keempat jenazah ditemukan di dalam gua, bukan hanya di bagian dalam, tetapi hingga segmen ketiga gua yang merupakan bagian terbesar," ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh korban ditemukan dalam posisi berdekatan atau berkumpul.

Gua Alimata terdiri atas tiga ruang besar yang saling terhubung melalui lorong-lorong sempit. Dua bagian gua sebelumnya telah dieksplorasi pada Jumat. Namun, proses pencarian sempat dibatasi karena risiko ketersediaan oksigen dan prosedur dekompresi.

Operasi penyelamatan juga menelan korban jiwa dari tim penyelamat. Pada Sabtu, penyelam militer Maladewa Mohamed Mahudhee meninggal dunia akibat penyakit dekompresi setelah terlibat dalam upaya pencarian.

Menurut Shaam, proses evakuasi jenazah akan dilakukan secara bertahap.

"Rencananya dua jenazah akan dievakuasi besok dan dua lainnya pada hari berikutnya," katanya dalam rekaman suara yang disampaikan kepada media.

Kementerian Luar Negeri Italia menyebut kelima penyelam tersebut sedang menjelajahi gua pada kedalaman sekitar 50 meter di Atol Vaavu. Kedalaman tersebut melampaui batas standar penyelaman rekreasi di Maladewa yang umumnya dibatasi hingga 30 meter.

Meski lokasi empat korban telah ditemukan, proses evakuasi masih berlangsung. Pihak berwenang Maladewa juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow