IRGC Luncurkan Operasi Balasan ke Aset AS dan Israel di Teluk Persia

IRGC meluncurkan gelombang ke-99 Operasi True Promise 4 sebagai balasan atas serangan AS ke Pulau Kharg. Simak detail target serangan Iran di kawasan Teluk.

April 7, 2026 - 23:01
IRGC Luncurkan Operasi Balasan ke Aset AS dan Israel di Teluk Persia

JAKARTA Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara ke sejumlah infrastruktur vital Iran, termasuk jembatan dan pusat ekspor minyak di Pulau Kharg, Selasa (7/4/2026). Menanggapi hal itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan peringatan keras dan meluncurkan operasi balasan skala besar.

Departemen Hubungan Masyarakat IRGC mengumumkan bahwa Angkatan Laut dan Angkatan Udara mereka telah melakukan operasi gabungan pada subuh hari sebagai bagian dari gelombang ke-99 "Operasi True Promise 4". Operasi ini disebut sebagai respons atas serangan AS-Israel terhadap pabrik petrokimia di Asaluyeh.

IRGC mengeklaim telah menargetkan pangkalan dan kepentingan AS di Teluk Persia, Selat Hormuz, serta pusat komando militer di wilayah Palestina yang diduduki menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone serang.

Sasar Fasilitas Petrokimia dan Kapal Logistik

Dalam fase pertama serangan, IRGC melaporkan bahwa kompleks petrokimia milik perusahaan AS seperti Sadara, ExxonMobil, dan Dow Chemical di wilayah Al Jubail, Arab Saudi, menjadi sasaran rudal jarak menengah dan drone bunuh diri. Selain itu, kompleks petrokimia Chevron Phillips di Al Juaima'h juga menjadi target.

Pihak IRGC juga mencatat keberhasilan operasi intelijen yang menargetkan sebuah kapal kontainer milik Israel di Pelabuhan Khorfakkan, Uni Emirat Arab (UEA). Kapal tersebut dituding tengah mengirimkan peralatan militer ke Israel dengan menghindari Selat Hormuz.

"Hancurnya kapal tersebut menjadi peringatan bagi semua pihak yang bekerja sama dengan rezim Israel dan AS dalam bentuk apa pun," tulis pernyataan resmi IRGC.

Serangan terhadap Kapal Induk di Samudra Hindia

Selain target darat, IRGC menyatakan telah menyerang gugusan kapal induk AS CVN-72 yang berada di kedalaman Samudra Hindia menggunakan rudal jelajah angkatan laut jarak jauh.

IRGC menegaskan bahwa para pemimpin AS telah salah memperhitungkan jangkauan militer Iran. Mereka memperingatkan bahwa jika AS terus melanggar batas, respons balasan Iran akan meluas hingga ke luar kawasan.

"Kami tidak pernah memulai serangan terhadap target sipil. Namun, kami tidak akan ragu menanggapi serangan keji terhadap fasilitas sipil Iran," tegas pihak IRGC.

Latar Belakang Konflik

Ketegangan ini bermula sejak 28 Februari 2026, saat Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye militer besar-besaran terhadap Iran. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan senior dan warga sipil.

Sejak saat itu, Iran melakukan serangkaian pembalasan melalui gelombang rudal dan drone. Hingga malam ini, sebelum tenggat waktu yang ditetapkan oleh Donald Trump berakhir, militer AS dilaporkan telah memulai serangan ke target militer di Pulau Kharg, yang merupakan andalan utama produksi minyak Iran.

IRGC mendesak negara-negara tetangga yang menjadi mitra regional AS untuk memahami bahwa Iran kini telah menghilangkan semua pertimbangan pengekangan diri demi menjaga kedaulatan infrastruktur energinya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow