Integrasikan Sektor Peternakan dan Pertanian, Mahasiswa KKN Unisla Desa Siwuran Optimalkan Limbah Pertanian Menjadi Pakan Ternak

Mayoritas masyarakat Desa Siwuran Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan berprofesi sebagai petani sekaligus menjadi peternak kambing. Dengan banyaknya ternak tersebut, limbah pertanian dan kotoran yang…

September 7, 2023 - 11:10
Integrasikan Sektor Peternakan dan Pertanian, Mahasiswa KKN Unisla Desa Siwuran Optimalkan Limbah Pertanian Menjadi Pakan Ternak

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Mayoritas masyarakat Desa Siwuran Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan berprofesi sebagai petani sekaligus menjadi peternak kambing. Dengan banyaknya ternak tersebut, limbah pertanian dan kotoran yang dihasilkan juga banyak. 

Hal ini menggerakkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan (Unisla) Desa Siwuran untuk berinovasi mengintegrasikan limbah pertanian dengan kotoran hewan agar memberikan manfaat yang timbal balik.

Bertempat di Balai Desa Siwuran Kecamatan Maduran, Mahasiswa KKN Unisla Kelompok 24  ini menyelenggarakan Workshop Pelatihan Pengolahan dan Pelatihan Fermentasi Pakan, Minggu, (3/9/2023.

Muhammad Farid, mahasiswa peserta KKN berharap, pelatihan ini dapat menciptakan inovasi baru bagi peternak, dengan cara mengubah limbah pertanian menjadi pakan, dan kotoran hewan yang diubah menjadi pupuk.

“Gebrakan baru untuk para peternak agar limbah bisa menjadi bermanfaat dan untuk meminimalisir limbah agar tidak terlalu menumpuk. Dimana limbah pertanian akan dijadikan pakan, dan menunjang  stok selama musim kemarau, sementara kotoran hewan akan dijadikan pupuk, untuk pertanian," ucapnya saat ditemui disela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, Farid mengatakan, hasil jangka panjang dari diadakannya pelatihan ini adalah untuk membuat fermentasi pakan ternak yang awet dan bergizi.

“Membuat fermentasi pakan ternak yang awet dan bergizi untuk jangka panjang tentunya sekaligus menjadi solusi permasalahan para peternak dimusim kemarau seperti ini yang tidak tersedia stock pakan hijauan," ujarnya.

Kedepan sistem ini diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga mampu meningkatkan peternak dari tradisional ke modern dan menjadi desa sentra peternak kambing  serta percontohan untuk wilayah sekitar Kabupaten Lamongan.

Ditempat terpisah, Heru Budi Santoso, MM, DPL KKN kelompok ini menuturkan bahwasanya inovasi dalam sistem peternakan yang modern harus mulai diperkenalkan pada masyarakat dan generasi gen Z.

Harapannya, dikatakan Heru, generasi muda bisa memahami potensi dan peluang bisnis peternakan. Sebab menurutnya asumsi yang tertanam pada generasi muda berternak dan bertani itu pekerjaan yang tidak menjanjikan. Padahal asumsi itu bisa dipatahkan jika mengaplikasikan sistem peternakan modern.

"Semoga generasi muda kedepan lebih tertarik untuk menekuni bidang ini supaya mampu menjaga stabilitas kebutuhan dasar pokok masyarakat," tutur Heru. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow