Haji 2026, Gus Ulib Minta Evaluasi Menyeluruh dan Dukung Perbaikan Kinerja Kemenhaj

Gus Ulib, menyampaikan kritik terhadap manajemen penyelenggaraan haji yang dinilainya masih menyisakan berbagai persoalan di lapangan.

Mei 31, 2026 - 17:01
Haji 2026, Gus Ulib Minta Evaluasi Menyeluruh dan Dukung Perbaikan Kinerja Kemenhaj

JOMBANG - Pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 kembali menjadi perhatian publik. Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, KH Zainul Ibad Wijaya As’ad atau yang akrab disapa Gus Ulib, menyampaikan kritik terhadap manajemen penyelenggaraan haji yang dinilainya masih menyisakan berbagai persoalan di lapangan.

Menurut Gus Ulib, berbagai laporan dan kondisi yang terjadi selama musim haji menunjukkan bahwa kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia masih belum mengalami perubahan signifikan. Ia menilai sejumlah aspek penyelenggaraan masih perlu mendapat perhatian serius agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lebih tertib, nyaman, dan profesional.

“Kalau melihat realitas di lapangan, masih banyak hal yang perlu dibenahi. Harapan masyarakat tentu besar agar penyelenggaraan haji semakin baik dari tahun ke tahun,” ujar Gus Ulib.

Tokoh pesantren asal Jombang tersebut menilai keberadaan lembaga maupun struktur baru dalam pengelolaan haji harus mampu menghadirkan perubahan nyata bagi jemaah. Menurutnya, pembenahan tidak cukup hanya pada aspek kelembagaan, tetapi juga harus menyentuh budaya kerja dan kualitas pelayanan para penyelenggara.

Ia menegaskan bahwa peningkatan etos kerja, profesionalisme, serta orientasi pelayanan kepada jemaah menjadi faktor utama yang harus diperkuat. Tanpa perubahan pada aspek tersebut, berbagai kebijakan baru dikhawatirkan tidak akan memberikan dampak yang signifikan.

“Yang paling penting adalah perubahan cara kerja dan semangat melayani. Masyarakat tentu berharap kehadiran lembaga yang mengurusi haji benar-benar membawa manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh para jemaah,” katanya.

Dorong Dukungan untuk Perbaikan Kinerja

Meski menyampaikan kritik, Gus Ulib menegaskan bahwa evaluasi yang ia sampaikan bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu. Sebaliknya, ia mengajak masyarakat memberikan dukungan moral kepada para pemangku kebijakan yang tengah berupaya melakukan pembenahan, termasuk Menteri Haji dan Umrah RI, KH Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan.

Menurutnya, kritik yang konstruktif justru diperlukan agar proses perbaikan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Ia berharap berbagai masukan dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji di masa mendatang.

“Kita tetap harus memberikan dukungan kepada Gus Irfan dan jajaran yang sedang bekerja melakukan pembenahan. Dukungan itu bisa diwujudkan melalui kritik dan masukan yang membangun agar kinerjanya semakin baik ke depan,” ungkapnya.

Harap Jemaah Dapat Pelayanan Lebih Baik

Gus Ulib berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan haji tahun ini, mulai dari aspek pelayanan, akomodasi, transportasi, hingga pendampingan jemaah selama berada di Tanah Suci.

Menurutnya, jemaah haji Indonesia berhak mendapatkan pelayanan yang optimal mengingat besarnya biaya dan persiapan yang telah mereka lakukan untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

“Harapan kita sederhana, yaitu agar seluruh jemaah Indonesia mendapatkan pelayanan yang layak, aman, nyaman, dan dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow