Kebakaran Tak Hapus Pesona: 10 Turis Eropa Berdoa di Klenteng Probolinggo saat Waisak
Sepuluh wisatawa asal Jsrman dan Prancis mendatangi Klenteng Tri Dharma Sumber Naga Kota Probolinggo saat Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE.
PROBOLINGGO - Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE di Klenteng Tri Dharma Sumber Naga tahun ini tidak hanya diisi ritual umat. Sebuah kejutan datang dari rombongan wisatawan mancanegara yang secara kebetulan hadir di tengah momen sakral tersebut.
Sepuluh turis dari Jerman dan Prancis dengan sengaja mampir untuk melihat langsung bangunan cagar budaya yang berdiri kokoh di Jalan WR Supratman 127, Kelurahan Manguharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo ini.
Mereka tidak sekadar lewat. Dipandu petugas klenteng, para wisatawan itu berkeliling mengamati setiap sudut bangunan, dari struktur arsitektur hingga detail interior tempat ibadah yang menaungi tiga ajaran yakni Buddha, Konghucu, dan Taoisme. Namun yang membuat mereka terperangah bukanlah ornamen atau ukiran, melainkan usia klenteng ini.
Claudine, wisatawan asal Prancis, mengaku kagum meski sempat keliru menebak usia bangunan.
"Bangunan ini sangat menarik. Meskipun kelihatannya tidak terlalu tua," ujarnya.
Claudine, salah satu wisatawan asal Perancis berkesempatan memanjatkan do'a dan memandikan Rupang Bhuda di Momen Tri Suci Waisak. (FOTO: Sri Hartini/TIMES Indonesia)
Ia kemudian terkejut saat petugas menjelaskan bahwa Klenteng Sumber Naga sebenarnya berusia 161 tahun, didirikan oleh Wen Baochang pada tahun 1865 atau masa Tongzhi 4.
"Wow, sudah sangat tua ternyata," kata Claudine terkejut.
Penjelasan lebih lanjut membuat Claudine dan rombongan semakin terkesima. Bangunan asli klenteng sempat terbakar hebat pada 2019. Namun di tahun yang sama, proses pembangunan kembali dimulai dan rampung pada 2022. Itulah mengapa struktur yang mereka lihat kini tampak baru.
"Jadi, karena peristiwa itu ya, akhirnya bangunannya tampak baru," gumam Claudine sambil mengangguk paham.
Momen istimewa itu tidak disia-siakan. Di tengah perayaan Waisak, Claudine dan beberapa turis lain mendapat kesempatan untuk ikut berdoa sesuai keyakinan mereka, bahkan turut serta dalam ritual memandikan rupang Buddha. Sebuah pengalaman lintas budaya yang tidak akan mereka lupakan.
Klenteng Tri Dharma Sumber Naga memang bukan kali ini saja menjadi tujuan wisatawan asing. Lokasinya yang berada di kawasan Pecinan atau Kampung Cina Probolinggo memberikan daya tarik tersendiri. Namun yang paling dicari biasanya adalah patung dewa Kongco Tan Hu Cin Jin, sosok yang diyakini sebagai tuan rumah atau dewa pelindung utama klenteng ini.
Bagi Claudine dan sembilan turis lainnya, kunjungan ke Probolinggo saat Waisak justru memberikan perspektif baru, bahwa tempat ibadah yang terbangun kembali dari api tetap mampu menyambut siapa saja termasuk mereka yang sekadar ingin belajar dari sejarah. (*)
Apa Reaksi Anda?