Ketua PCNU Kota Malang Tekankan Fokus Utama Kepengurusan Baru Fatayat NU

PCNU Kota Malang menekankan pentingnya kedaulatan digital, ketahanan keluarga, kemandirian ekonomi, hingga perlindungan anak pada pelantikan pengurus Fatayat NU Kota Malang.

Mei 31, 2026 - 17:01
Ketua PCNU Kota Malang Tekankan Fokus Utama Kepengurusan Baru Fatayat NU

MALANG - Di tengah arus zaman digital yang cepat dan dinamis, isu mengenai penguatan ketahanan keluarga, kedaulatan digital, hingga perlindungan anak menjadi fokus dari kepengurusan baru Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang adalah KH. Dr. Isroqunnajah, M.Ag, dalam kegiatan pelantikan pengurus baru Fatayat NU Kota Malang, Minggu (31/5/2026). 

Ia menyampaikan bahwa terdapat beberapa hal yang harus menjadi atensi bagi kepengurusan baru ini. Pertama adalah terkait penguatan kedaulatan digital dan ketahanan keluarga. Ia menambahkan bahwa Fatayat berperan aktif dan mampu untuk membentengi keluarga dari serangan ideologi transnasional yang saat ini marak terjadi.

“Bagaimana Fatayat mampu membentengi keluarganya, termasuk dari konten-konten negatif di media sosial,” ujarnya.

Selanjutnya, Fatayat akan berfokus pada kemandirian ekonomi. Dengan menggandeng berbagai elemen mulai dari Pemerintah, organisasi, hingga masyarakat, Isroq menambahkan untuk memformat kembali kemandirian ekonomi di tengah ketidakpastian global saat ini. 

Ia menekankan bahwa Fatayat harus menggelar program pemberdayaan ekonomi perempuan atau kader untuk melahirkan generasi sociopreneur yang adaptif dan inovatif.

“Melalui program tersebut diharapkan dapat melahirkan sociopreneur yang adaptif, tangguh, dan dapat survive di tengah badai ekonomi global saat ini,” tambahnya. 

Terakhir, ia menambahkan bahwa anggota Fatayat diharapkan mampu mengawal isu terkait perlindungan anak serta pencegahan kekerasan terhadap anak. Fatayat dapat memberikan literasi terhadap masyarakat terkait hal tersebut. Hal ini berkaitan dengan maraknya isu kekerasan yang terjadi di lembaga pendidikan seperti pesantren yang dilakukan oleh para oknum. 

“Fatayat bisa memberikan edukasi dan literasi minimal kepada para kadernya dan anak-anak, supaya kasus seperti ini tidak ada lagi,” ujarnya.

Ia pun juga menegaskan konsep “al-mar'ah imadul bilad” yang berarti bahwa perempuan merupakan tiang penyangga negeri. Jika perempuan tangguh, maka negeri dapat berdiri sejahtera.

“Kalau perempuannya tangguh, memiliki ketahanan dan kepekaan, serta literasinya cukup, maka saya rasa ini aman,” pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow