Dari Morodadi ke Nasional, Wabup Morotai Ikuti Launching Koperasi Merah Putih Bersama Presiden

Presiden Prabowo resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih. Menko Zulkifli Hasan target 9.000 unit rampung Agustus 2026. Wakil Bupati Morotai ikuti vicon. Prabowo: pangan soal hidup mati bangsa.

Mei 16, 2026 - 17:31
Dari Morodadi ke Nasional, Wabup Morotai Ikuti Launching Koperasi Merah Putih Bersama Presiden

MOROTAI - Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Cristian Pawane, mengikuti video conference peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Indonesia yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan berlangsung di KDKMP Desa Morodadi, Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, Sabtu (16/5/2026) sore. 

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melaporkan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ditargetkan rampung Agustus 2026. Hingga kini sekitar 9.000 unit koperasi telah terbangun, lengkap dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang disiapkan agar program berjalan optimal bagi masyarakat.

Dalam acara yang sama, Presiden Prabowo meresmikan 1.061 Koperasi Merah Putih secara serentak di seluruh Indonesia. Lebih dari 9.000 gedung, gudang, dan fasilitas pendukung dinyatakan siap beroperasi.

“Ini bukan sekadar angka, melainkan langkah besar dalam memperkuat ekonomi rakyat dan meneguhkan kemandirian nasional,” tegas Prabowo. Ia menekankan koperasi menjadi fondasi untuk menjaga akses pangan yang aman, adil, dan berkeadilan.

Presiden menyoroti kebiasaan bangsa yang terlalu lama merasa rendah diri dan lebih mengagumi produk asing. Menurutnya, Indonesia sebenarnya mampu berprestasi dan berdiri di atas kaki sendiri, salah satunya lewat pencapaian swasembada pangan.

Suasana VidComSuasana VidCom dengan Presiden Pranowo Subianto. Sabtu (26/5/2026). (FOTOMunces For TIMES Indonesia).

Dengan 287 juta penduduk, menjamin kebutuhan pangan adalah pekerjaan besar. Prabowo menegaskan tanggung jawab penuh ada di pundak Presiden. “Jika bangsa ini lapar, saya yang bertanggung jawab. Tidak ada pihak lain,” ujarnya.

Untuk mempercepat produksi, ia menugaskan Menteri Pertanian menyelesaikan target empat tahun dalam satu tahun. Bagi Prabowo, pangan adalah persoalan hidup dan mati sebuah bangsa, bukan sekadar komoditas ekonomi.

Pengalaman sebagai mantan prajurit membuat Prabowo paham pentingnya logistik pangan sebelum operasi militer. Ia mengingatkan, pasukan yang tidak makan tidak akan mampu bertempur, sebagaimana TNI dulu hidup dari dukungan petani.

Karena itu ia menolak ketergantungan berlebihan pada impor hanya karena harga murah. “Yang terpenting adalah apakah pangan tersedia ketika dunia mengalami krisis,” katanya. Kini ketika banyak negara kesulitan pangan, Indonesia justru relatif lebih aman dan siap membantu.

Prabowo memastikan bantuan ke luar negeri tetap mengutamakan kepentingan rakyat dan petani Indonesia. Harga pangan dijaga agar petani mendapat keuntungan layak dan tidak dirugikan pasar.

Ia menyebut keberhasilan menjaga ketahanan pangan telah membuka jutaan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi nasional. Indonesia bahkan kini memiliki dana kedaulatan nasional yang menjadi salah satu terbesar di dunia.

“Kita harus percaya diri sebagai bangsa besar. Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju,” tegasnya. Prabowo juga berharap Koperasi Merah Putih menjadi awal transformasi ekonomi kerakyatan yang membuat fondasi pembangunan nasional semakin kokoh dan memberi manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.(*). 

 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow