Dari Lubang Kecil Jadi Solusi Besar: Mahasiswa KSM-T Unisma Kelompok 16 Kenalkan Resapan Biopori

Suasana hangat menyelimuti Balai Desa Bocek Karangploso Kab. Malang saat puluhan warga berkumpul untuk mengikuti sosialisasi lingkungan yang diinisiasi oleh mahasiswa KSM-T UNISMA Kelompok 16

Maret 11, 2026 - 16:30
Dari Lubang Kecil Jadi Solusi Besar: Mahasiswa KSM-T Unisma Kelompok 16 Kenalkan Resapan Biopori

MALANG Suasana hangat menyelimuti Balai Desa Bocek Karangploso Kab. Malang saat puluhan warga berkumpul untuk mengikuti sosialisasi lingkungan yang diinisiasi oleh mahasiswa KSM-T UNISMA Kelompok 16, Selasa (4/3/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 16.45 WIB ini memfokuskan pada pengenalan resapan biopori sebagai solusi atas keluhan warga mengenai genangan air dan masalah sampah desa. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah dan konservasi lingkungan, dibawah bimbingan Dr. Ita Athia, S.Sos., M.M., selaku dosen pembimbing lapangan.

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran konservasi lingkungan melalui pemahaman praktis yang dapat langsung diterapkan di rumah masing-masing.Ketua Kelompok 16, Wahyu Hidayat dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi biopori merupakan bagian dari beberapa program kerja yang telah dilaksanakan oleh timnya selama menjalankan KSM-T di desa Bocek.

Ia menyampaikan bahwa kelompoknya memang memfokuskan beberapa kegiatan pada bidang lingkungan. Wahyu menerangkan bahwa sebelumnya mahasiswa telah merealisasikan program Ecoboard, yaitu plang edukatif mengenai pemilahan sampah yang dipasang sebagai pengingat sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.

Selain itu, kelompoknya juga menyelenggarakan sosialisasi mengenai resapan biopori agar masyarakat memahami manfaat serta cara pembuatannya sehingga dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

Kegiatan ini pun disambut hangat oleh pihak desa. Pemerintah desa yang diwakili oleh Sekretaris Desa menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KSM-T Unisma yang telah menghadirkan program edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan desa. Mohamad Dimas Alhamdani selaku pemateri, memaparkan materi mengenai konsep dan manfaat resapan biopori.

Dengan gaya penyampaian yang santai, ia menjelaskan bagaimana sebuah lubang kecil di tanah ternyata dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan. “Resapan biopori ini memang terlihat sederhana, tapi manfaatnya besar sekali. Lubang ini membantu air hujan meresap ke tanah sehingga mengurangi genangan, bisa dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos alami,” jelasnya.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Pak Sukari, Kepala Dusun Supiturang, turut mengajukan pertanyaan mengenai efektivitas metode tersebut. “Kalau diterapkan di lingkungan desa, seberapa efektif resapan biopori ini untuk membantu mengatasi genangan air dan sampah organik?” tanyanya. Dimas (pemateri) menjelaskan bahwa biopori akan semakin efektif jika dibuat di beberapa titik karena dapat meningkatkan daya serap tanah sekaligus membantu proses penguraian sampah organik. Antusiasme masyarakat juga terlihat dari tanggapan salah satu warga, yang menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat menarik dan menambah wawasan kami. Kami jadi tahu cara sederhana menjaga lingkungan, kayak buat biopori ini di sekitar rumah” ujar Islamiyah.

Menjelang waktu berbuka, kegiatan sosialisasi pun ditutup dengan suasana penuh kehangatan melalui buka bersama antara mahasiswa KSM-T Unisma Kelompok 16 dengan masyarakat desa. Kebersamaan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa dan warga dalam menjaga lingkungan yang lebih baik. Dari sebuah lubang kecil bernama biopori, mahasiswa dan masyarakat Bocek berharap akan lahir perubahan besar bagi lingkungan desa yang lebih bersih, lebih lestari, dan lebih sadar akan pentingnya menjaga alam bersama. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

*)Pewarta: Ratih Nur Fauziah, Mahasiswa KSM-T Kelompok 16 Universitas Islam Malang (Unisma) 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow