Gempa Magnitudo 5.4 Guncang Sukabumi, Getaran Cukup Kencang Terasa hingga Cianjur

BMKG menegaskan bahwa meski guncangan terasa hingga ke beberapa daerah di sekitarnya, gempa bumi ini dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Maret 13, 2026 - 10:30
Gempa Magnitudo 5.4 Guncang Sukabumi, Getaran Cukup Kencang Terasa hingga Cianjur

SUKABUMI Wilayah Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5.4 pada Jumat (13/3/2026) dini hari.

Berdasarkan data resmi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di koordinat 7.96 Lintang Selatan dan 106.92 Bujur Timur atau berlokasi sekitar 115 kilometer arah barat daya Kota Sukabumi.

Fenomena geologi yang terjadi pada pukul 02.18 WIB ini memiliki kedalaman hiposenter mencapai 43 kilometer di bawah permukaan laut.

Informasi mengenai peristiwa ini turut dipantau dan dilansir oleh TIMES Indonesia yang merujuk langsung pada unggahan resmi Instagram @bmkg.

Dalam laporannya, lembaga otoritas cuaca dan kebencanaan tersebut menegaskan bahwa meski guncangan terasa hingga ke beberapa daerah di sekitarnya, gempa bumi ini dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

"Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," unggah akun BMKG dikutip TIMES Indonesia.

Moch Dimyati, salah seorang warga Cianjur, mengaku sempat terbangun dari tidurnya karena merasakan guncangan yang cukup nyata.

Menurut dia, meski durasinya tergolong singkat, ia sempat merasa khawatir karena pergerakan tanah di dalam rumahnya terasa cukup kuat sehingga ia memutuskan untuk segera keluar rumah demi keamanan.

Senada dengan hal tersebut, Yayah Roqoyah, warga Sukabumi, menuturkan bahwa ia merasakan getaran yang membuat perabotan rumah tangganya sedikit bergeser.

Warga yang tinggal di area tersebut kini mulai berjaga-jaga sembari memantau perkembangan informasi resmi dari kanal komunikasi BMKG untuk mengantisipasi potensi gempa susulan.

Lebih lanjut hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat insiden tersebut.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kestabilan tempat tinggal mereka dan memastikan bahwa struktur bangunan tidak mengalami retakan yang membahayakan.

Upaya mitigasi mandiri tetap menjadi kunci penting dalam menghadapi situasi darurat bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu di zona rawan gempa. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow