Perkuat Identitas Produk Lokal, Mahasiswa KSM UNISMA Ciptakan Logo dan Kemasan Baru bagi UMKM

Potensi ekonomi desa sering kali terhambat oleh kurangnya sentuhan visual dan strategi pemasaran yang modern. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Universitas Is

Maret 11, 2026 - 16:30
Perkuat Identitas Produk Lokal, Mahasiswa KSM UNISMA Ciptakan Logo dan Kemasan Baru bagi UMKM

MALANG Potensi ekonomi desa sering kali terhambat oleh kurangnya sentuhan visual dan strategi pemasaran yang modern. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Universitas Islam Malang (UNISMA) Kelompok 14 kembali melakukan aksi nyata dengan menciptakan logo dan kemasan baru bagi UMKM kerupuk opak di Desa Bocek, Karangploso, Malang.

Langkah strategis ini dilakukan saat kunjungan ke rumah produksi milik Ibu Umi Muthommimah pada Rabu, 25 Februari 2026. Melalui pendampingan ini, mahasiswa berupaya memperkuat identitas visual produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Meskipun produk opak milik Ibu Umi Muthommimah telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai syarat legalitas formal, selama ini penjualannya masih menggunakan kemasan plastik biasa tanpa label. Kondisi tersebut membuat produk sulit dikenali dan memiliki daya tawar yang rendah di mata konsumen. Vina Dwi Wahyuni, salah satu anggota Kelompok 14 KSM UNISMA, menjelaskan latar belakang inisiatif ini secara argumentatif.

"Kami melihat kualitas rasa opak ini sangat bersaing, namun tanpa logo dan kemasan yang baik, konsumen sulit mengenali identitas produknya. Kami hadir untuk membantu branding agar selaras dengan legalitas NIB yang sudah dimiliki," ujarnya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

 Proses transformasi identitas produk ini diawali dengan diskusi mendalam untuk menggali nilai-nilai yang ingin ditonjolkan oleh pemilik usaha. Mahasiswa kemudian merancang beberapa alternatif logo yang menggambarkan ciri khas Opak Bocek dengan sentuhan modern namun tetap mempertahankan kesan tradisional. Setelah logo disepakati, tim KSM-T mendesain kemasan berbahan plastik standing pouch yang lebih higienis. Kemasan baru ini dilengkapi dengan informasi produk, komposisi, hingga penyantuman logo NIB, sehingga tampilannya terlihat jauh lebih profesional dan siap masuk ke pasar retail.

Perubahan ini disambut penuh syukur oleh Ibu Umi Muthommimah. "Saya senang sekali didatangi adik-adik mahasiswa UNISMA. Jujur saya bingung kalau disuruh buat logo sendiri. Dengan kemasan baru ini, saya jadi lebih percaya diri untuk menitipkan opak saya di toko-toko yang lebih besar," ungkapnya dengan sumringah.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Ita Athia, S.Sos., M.M., turut menyampaikan kebanggaannya atas wujud nyata pengabdian multidisiplin ini. Ia menegaskan bahwa dengan branding yang kuat, produk UMKM lokal berpeluang besar untuk "naik kelas".

Melalui program ini, KSM-T UNISMA Kelompok 14 berharap produk opak dari Desa Bocek dapat dikenal lebih luas dan mengalami peningkatan omzet secara signifikan. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa sinergi antara akademisi dan pelaku usaha mikro dapat memberikan perubahan positif dalam memajukan ekonomi kreatif di tingkat desa. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

*)Pewarta: Nailil Alfiyatul Faaidah, Mahasiswa KSM-T Kelompok 14 Universitas Islam Malang (UNISMA)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow