KSM UNISMA Hadirkan Gerakan Hijau PKK : Manfaatkan Lahan Kosong untuk Sayur Organik dan TOGA
Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Tematik Kelompok 17 Universitas Islam Malang (Unisma) membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari sejengkal tanah. Melalui program inovatif bertajuk "
MALANG Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Tematik Kelompok 17 Universitas Islam Malang (Unisma) membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari sejengkal tanah. Melalui program inovatif bertajuk "Gerakan Hijau PKK".
Kelompok 17 berhasil menggerakkan masyarakat Dusun Glongsor Desa Sidorejo Kec. jabung Kab. Malang untuk menyulap lahan-lahan kosong yang terbengkalai menjadi kebun sayur organik dan taman obat keluarga (TOGA) yang bernilai ekonomis tinggi.
Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam biasa, melainkan sebuah manifestasi dari pengabdian berbasis data untuk mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa.
Koordinator Kelompok 17 KSM Unisma menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tiga tantangan sekaligus, yaitu Ketahanan Pangan (SDGs 2): Menjamin ketersediaan pangan secara mandiri di tingkat rumah tangga guna memutus ketergantungan pada pasar untuk kebutuhan pokok.
Kesehatan dan Kesejahteraan (SDGs 3): Penggunaan pupuk organik memastikan sayuran yang dikonsumsi bebas residu kimia, sementara tanaman TOGA berfungsi sebagai "apotek hidup" untuk penanganan kesehatan preventif warga.
Dan Kawasan Permukiman Berkelanjutan (SDGs 11): Mengubah estetika desa dengan penghijauan, mengurangi polusi udara lokal, dan mengelola tata ruang desa menjadi lebih produktif.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Edukasi Teknik Budidaya dan Pembuatan Pupuk
Tidak hanya menanam, mahasiswa Unisma juga membekali ibu-ibu PKK dengan edukasi mengenai sistem drainase sederhana di lahan terbatas serta pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah dapur.
Program ini dilakukan pada tanggal 14 februari 2026 sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat KSM-T UNISMA. Fasilitas yang dibangun merupakan hasil kerja keras dan dedikasi para mahasiswa. Permasalahan pengelolaan sampah hingga saat ini masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Banyak masyarakat belum menyadari betapa lamanya sampah dapat terurai di alam, misalnya plastik membutuhkan hingga 200 tahun untuk terurai sepenuhnya. Melalui papan edukasi yang informatif dan mudah dipahami, KSM-T UNISMA berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah dan mengelola sampah dengan benar sejak dini.
Ketua Kelompok 17, Dwi Ramadani menjelaskan: "Kami tidak ingin hanya datang untuk menanam lalu selesai. Kami fokus pada transfer pengetahuan. Harapannya, setelah masa KSM kami berakhir, ibu-ibu PKK sudah memiliki keahlian untuk membibitkan kembali tanaman mereka secara mandiri,"
Respons Positif dari Masyarakat
Ketua PKK setempat menyatakan kekagumannya atas semangat para mahasiswa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa Unisma memberikan suntikan semangat baru bagi warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. "Lahan yang dulunya hanya ditumbuhi rumput liar dan menjadi tempat pembuangan sampah kecil-kecilan, sekarang sudah hijau dan asri. Ini sangat membantu kami, terutama dalam menyediakan bahan pangan yang sehat untuk anak-anak guna mencegah stunting," tuturnya.
Menuju Desa Mandiri Pangan
Keberhasilan "Gerakan Hijau PKK" ini diharapkan menjadi pilot project yang dapat direplikasi di dusun-dusun lainnya. Dengan pemanfaatan lahan kosong yang maksimal, desa diharapkan mampu menjadi entitas yang mandiri secara pangan dan sehat secara lingkungan, sejalan dengan visi Unisma dalam mencetak generasi pengabdi yang solutif bagi masyarakat. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
*)Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 17 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Apa Reaksi Anda?