BPJS Kesehatan Banjar Tegaskan Tak Ada Monopoli Layanan Lab, Perkuat Kolaborasi Prolanis

BPJS Kesehatan Banjar tegaskan tak ada monopoli kerja sama lab. Empat lab layani peserta JKN Prolanis, Labkesda diimbau aktif berkoordinasi dengan Puskesmas demi layanan optimal.

April 27, 2026 - 21:10
BPJS Kesehatan Banjar Tegaskan Tak Ada Monopoli Layanan Lab, Perkuat Kolaborasi Prolanis

BANJAR - Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Banjar Agus Supratman memberikan klarifikasi terkait tata kelola kerja sama pelayanan Labkesda Kota Banjar bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah Kota Banjar.

Dalam keterangannya, Agus menegaskan bahwa tidak ada praktik pembatasan atau penumpukan kerja sama (monopoli) pada satu laboratorium tertentu.

Pernyataan ini muncul menanggapi isu mengenai alur kerja sama fasilitas kesehatan (faskes) dengan laboratorium mitra BPJS Kesehatan, termasuk peran Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang baru memulai kerja sama per 1 Januari 2026.

Mekanisme Kerja Sama dan Layanan Kronis

​Agus menjelaskan bahwa poin-poin kerja sama telah tertuang jelas dalam Memorandum of Understanding (MOU).

BPJS Kesehatan memfasilitasi pemeriksaan laboratorium rutin bagi peserta dengan penyakit kronis, seperti Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi, melalui program Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis).

​"Dalam MOU sudah tertuang, tidak ada pembatasan. Pelayanan untuk penyakit kronis seperti pemeriksaan kimia darah, ureum, kreatinin, hingga kolesterol dilakukan dua kali dalam setahun atau per enam bulan sekali," ujar Agus saat ditemui di kantornya, Senin (27/4/2026).

Saat ini, BPJS Kesehatan Banjar telah bekerja sama dengan empat laboratorium penyedia layanan untuk pemeriksaan Lab peserta Prolanis, yakni Labkesda Kota Banjar, Lab Pertama Banjar, Lab Medistra Ciamis dan Lab Prodia Ciamis.

Luruskan Simpang Siur Data Faskes

​Dalam kesempatan tersebut, Agus juga mengklarifikasi data mengenai jumlah faskes di wilayah Kota Banjar guna menghindari kesalahpahaman informasi yang beredar di masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa total Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah kerja Cabang Banjar (mencakup Ciamis dan Pangandaran) berjumlah 145 faskes.

"Khusus untuk Kota Banjar sendiri, total ada 27 faskes, yang terdiri dari 10 Puskesmas dan 17 klinik swasta serta dokter praktik perorangan. Jadi, informasi mengenai angka 64 faskes itu perlu diluruskan kembali," tegasnya.

​Dorong Kolaborasi Aktif dengan Puskesmas

​Terkait optimalisasi Labkesda, Agus mendorong pihak manajemen laboratorium untuk lebih aktif berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Puskesmas di wilayah setempat.

Menurutnya, teknis pelaksanaan di lapangan bergantung pada komunikasi antara pihak laboratorium dengan kepala Puskesmas atau pengelola klub olahraga Prolanis.

​"MOU-nya kan dengan kami (BPJS Kesehatan). Jadi, laboratorium yang sudah bekerja sama tinggal berkoordinasi dengan Puskesmas. Misalnya, kapan jadwal pemeriksaan rutin darah peserta Prolanis, tim laboratorium tinggal datang ke sana," jelas Agus.

​Ia menambahkan bahwa selama peserta memiliki kartu JKN yang aktif dan terdaftar dalam program Prolanis, mereka berhak mendapatkan layanan pemeriksaan laboratorium sesuai prosedur yang berlaku.

​Agus berharap seluruh mitra laboratorium, termasuk Labkesda yang baru bergabung, dapat memahami betul isi perjanjian kerja sama secara teknis agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal tanpa kendala administratif.

​"Intinya tinggal jalan saja. Tidak ada istilah harus bagi-bagi atau pembatasan. Selama administrasinya lengkap dan sesuai prosedur, silakan berkolaborasi untuk memberikan layanan terbaik bagi warga Kota Banjar," pungkasnya.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow