Istighosah IGIC 2026 Gaungkan Peran Masjid, Samarinda Siapkan Diri Masuk Panggung Islam Global

Istighosah dan tabligh akbar di Islamic Center Samarinda jadi rangkaian menuju IGIC 2026, menegaskan peran masjid sebagai pusat ibadah, dialog, dan diplomasi perdamaian dunia Islam.

April 27, 2026 - 21:38
Istighosah IGIC 2026 Gaungkan Peran Masjid, Samarinda Siapkan Diri Masuk Panggung Islam Global

SAMARINDA - Atmosfer religius terasa kuat di kawasan Masjid Islamic Center Baitul Muttaqin Samarinda , Sabtu (25/4/2026), saat ribuan jamaah memadati lokasi dalam gelaran istighosah dan tabligh akbar. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju International Grand Imam Conference (IGIC)  2026, sebuah forum internasional yang diharapkan mempertemukan pemikiran-pemikiran strategis dunia Islam.

Kehadiran Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri dalam agenda tersebut mempertegas dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan peran keagamaan yang inklusif dan berorientasi global. Kegiatan ini diinisiasi oleh Ittihad Persaudaraan Imam Masjid Kalimantan Timur, yang mendorong kolaborasi lintas elemen dalam membangun ekosistem masjid yang lebih progresif.

Mengusung tema “Masjid Harmonis, Religius, Diplomacy and Global Peace”, kegiatan ini menghadirkan perspektif baru tentang fungsi masjid. Tidak hanya sebagai ruang ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban yang mampu memainkan peran dalam diplomasi Islam dan perdamaian dunia.

Rangkaian acara dimulai dengan istighosah yang dipimpin oleh HM Subhan, menghadirkan suasana khusyuk yang menyatukan jamaah dalam doa bersama. Selanjutnya, tausyiah disampaikan oleh Menteri Agama RI, Nazaruddin Umar, yang menekankan pentingnya peran imam masjid dalam menjaga nilai moderasi, toleransi, dan persatuan umat di tengah dinamika global.

Pesan yang mengemuka dalam forum tersebut tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga strategis. Imam masjid diposisikan sebagai aktor penting dalam menjaga keseimbangan sosial, sekaligus sebagai penghubung jejaring ulama yang memiliki pengaruh luas dalam kehidupan masyarakat.

Sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pengurus masjid, hingga tokoh agama dari berbagai daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan bahwa agenda tersebut memiliki dampak yang melampaui batas lokal, dengan arah menuju panggung internasional.

Dalam keterangannya, Saefuddin Zuhri memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memperkuat peran masjid dalam kehidupan sosial dan global.

“Momentum ini penting. Dari Samarinda, kita ingin mengirim pesan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat dialog, diplomasi, dan kontribusi bagi dunia Islam internasional,” tegasnya.

Ia menilai, melalui forum menuju IGIC 2026 ini, Samarinda memiliki peluang untuk menegaskan posisinya sebagai salah satu simpul penting dalam percaturan pemikiran Islam global. Tidak hanya sebagai tuan rumah kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari jaringan yang berkontribusi terhadap narasi Islam yang damai dan berkemajuan.

Harapan pun disematkan agar momentum ini dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun peradaban yang lebih inklusif. Masjid, dalam konteks ini, diharapkan terus berkembang menjadi ruang yang tidak hanya menguatkan spiritualitas, tetapi juga melahirkan gagasan-gagasan besar bagi kemaslahatan umat.

Dengan langkah awal melalui istighosah dan tabligh akbar ini, Samarinda mulai menapaki peran yang lebih luas—dari pusat aktivitas keagamaan lokal menuju bagian dari percakapan global tentang Islam, perdamaian, dan masa depan dunia.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow