Andi Harun Dorong Transformasi AMM, Tekankan Peran Strategis Penggerak Perubahan Sosial

Wali Kota Andi Harun dorong Angkatan Muda Muhammadiyah jadi motor ide dan aksi. AMM diminta perkuat literasi, ekonomi, dan peran strategis hadapi krisis.

April 27, 2026 - 21:41
Andi Harun Dorong Transformasi AMM, Tekankan Peran Strategis Penggerak Perubahan Sosial

SAMARINDA - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, kembali menegaskan pentingnya peran organisasi kepemudaan dalam memperkuat tatanan sosial dan mendorong perubahan yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri forum silaturahmi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kalimantan Timur di Samarinda, yang menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa.

Dalam suasana yang cair namun sarat makna, Andi Harun mengajak para kader AMM untuk melihat kembali esensi keberadaan organisasi. Ia menilai, soliditas yang selama ini dibangun tidak boleh berhenti pada simbol kebersamaan semata, melainkan harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang produktif dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Soliditas itu bukan sekadar kebersamaan simbolik. AMM harus menjadi produsen ide yang relevan dan berdampak,” tegasnya belum lama waktu lalu.

Pernyataan tersebut menjadi titik tekan bahwa organisasi kepemudaan dituntut untuk mampu melahirkan gagasan solutif di tengah berbagai persoalan sosial yang kian kompleks. Menurutnya, AMM memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi kekuatan civil society yang tidak hanya kritis, tetapi juga konstruktif dalam mengawal arah pembangunan.

Ia menekankan bahwa organisasi tidak boleh hanya menjadi ruang berkumpul tanpa arah yang jelas. Lebih dari itu, AMM diharapkan hadir sebagai motor penggerak perubahan yang mampu memberi kontribusi nyata dalam dinamika sosial.

“AMM harus hidup, bergerak, dan memberi arah dalam dinamika masyarakat,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Andi Harun juga mengangkat konsep amar ma’ruf nahi munkar dengan pendekatan yang lebih kontekstual. Ia menilai nilai tersebut tidak cukup dipahami dalam kerangka normatif, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan publik, terutama dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada keadilan.

“Amar ma’ruf adalah mendorong kebijakan yang baik. Nahi munkar adalah mengontrol yang keliru,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa nilai keagamaan perlu ditransformasikan dari sekadar bentuk kepatuhan menjadi kesadaran yang tercermin dalam perilaku sosial. Praktik keagamaan, menurutnya, harus mampu menghadirkan keadilan, menjauhkan kezaliman, dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Di tengah perubahan global yang cepat, Andi Harun juga menyoroti tantangan besar yang tengah dihadapi, seperti krisis pangan dan energi. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam aktivitas seremonial tanpa kesiapan menghadapi realitas tersebut.

“Kita tidak boleh lengah. Krisis ini nyata dan berdampak langsung pada masyarakat,” katanya.

Ia mencontohkan kondisi Kalimantan Timur yang masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah, meskipun memiliki potensi sumber daya yang melimpah. Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk organisasi kepemudaan.

Sebagai arah gerak ke depan, Andi Harun merumuskan tiga agenda strategis bagi AMM. Pertama, memperkuat literasi agama, sains, dan digital sebagai basis revolusi intelektual kader. Kedua, mendorong produksi gagasan berbasis ilmu pengetahuan. Ketiga, membangun kemandirian ekonomi kader agar organisasi memiliki daya tahan dan kontribusi nyata.

Ia juga mengajak AMM untuk memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah melalui dialog kebijakan dan kolaborasi program yang konstruktif.
“Perkuat yang baik, luruskan yang keliru. Itu tanggung jawab moral kader sebagai bagian dari masyarakat,” pesannya.

Di akhir penyampaiannya, Andi Harun menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk AMM. Ia berharap sinergi tersebut mampu melahirkan gerakan yang tidak hanya responsif terhadap persoalan, tetapi juga visioner dalam membangun masa depan.
“Saya ingin berkolaborasi untuk melahirkan gerakan konstruktif bagi masa depan,” pungkasnya.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow