132 Gedung Sekolah di Jember jadi Sasaran Revitalisasi Pemerintah, Terbesar se-Indonesia

Kabupaten Jember tercatat sebagai penerima bantuan revitalisasi sekolah terbesar di Indonesia pada tahun 2025.

Februari 21, 2026 - 22:30
132 Gedung Sekolah di Jember jadi Sasaran Revitalisasi Pemerintah, Terbesar se-Indonesia

JEMBER Kabupaten Jember tercatat sebagai penerima bantuan revitalisasi sekolah terbesar di Indonesia pada tahun 2025.

Hal itu dikonfirmasi langsung dalam kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti bersama Bupati Jember Muhammad Fawait yang meresmikan Revitalisasi Sekolah Di SMPN 1 Balung, Jember, Sabtu (21/2/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Fawait menekankan bahwa perbaikan infrastruktur pendidikan bukan sekadar urusan fisik gedung, melainkan strategi utama dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di Jember.

"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, kemiskinan ekstrem harus betul-betul bisa dientaskan. Kami melihat data pendidikan, dan peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) adalah jalan jangka panjang untuk itu," ujar Fawait.

Sebelumnya, kondisi pendidikan di Jember menghadapi tantangan berat.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 1.532 gedung sekolah yang mengalami rusak berat dan beberapa di antaranya bahkan sempat roboh.

Ironisnya, kondisi ini sebelumnya tidak tergambar sepenuhnya dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), yang diduga akibat kendala teknis maupun kepentingan akreditasi.

Karena itu, Pemkab Jember memperbaiki validitas data Dapodik agar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

"Kami sampaikan kepada kementerian bahwa Jember tidak baik-baik saja. Jika rusak, laporkan rusak. Jangan memaksa dapur dijadikan lab komputer," tegasnya.

Berkat validasi data dan koordinasi intensif ke Jakarta, Jember mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat.

Pada tahun 2025 Sebanyak 124 hingga 132 sekolah di Jember mendapatkan program revitalisasi dari Presiden dan Mendikdasmen dan Jember mencatat nilai revitalisasi terbesar, melonjak drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya berkisar di angka Rp5–6 miliar.

Di 2026, Pemkab Jember telah mengajukan kembali sisa gedung sekolah yang rusak berat.

Yakni sekitar 300 sekolah, untuk dituntaskan pada tahun anggaran mendatang.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengapresiasi langkah proaktif Pemkab Jember dalam mengawal kualitas pendidikan.

Dengan diperbaikinya ribuan ruang kelas ini, diharapkan kualitas belajar mengajar meningkat, yang pada akhirnya akan mendongkrak IPM Jember secara signifikan.

"Jika nikmat Allah disyukuri, insyaallah akan ditambah. Kami optimis di tahun 2026, sisa sekolah yang rusak akan mendapatkan perhatian serupa demi masa depan anak-anak Jember," tutup Bupati Fawait. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow