Mendikdasmen Resmikan 132 Sekolah Hasil Revitalisasi di Jember
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meresmikan hasil revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan di SMPN 1 Balung, Jember, Sabtu (21/2/2026).
JEMBER Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meresmikan hasil revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan di SMPN 1 Balung, Jember, Sabtu (21/2/2026).
Program ini merupakan bagian dari proyek prioritas Presiden yang bertujuan memperkuat mutu pendidikan melalui perbaikan infrastruktur sekolah secara menyeluruh.
Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2025, pemerintah telah menuntaskan revitalisasi di 16.167 lokasi sekolah di seluruh Indonesia.
Khusus untuk Kabupaten Jember, terdapat 132 satuan pendidikan yang telah selesai diperbaiki, mencakup jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK.
"Revitalisasi ini adalah upaya kami atas arahan bapak presiden untuk meningkatkan mutu pendidikan. Kami tidak hanya memperbaiki gedung, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal karena proyek ini dilakukan dengan sistem swakelola yang menyerap tenaga kerja dan material dari daerah setempat," ujar Abdul Mu'ti.
Pemerintah merencanakan lonjakan signifikan pada tahun 2026 dengan target revitalisasi mencapai 71.000 satuan pendidikan.
Saat ini, pihaknya sedang mengajukan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Komisi X DPR RI untuk mendukung penambahan kuota 60.000 sekolah dari rencana awal.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait, menyambut baik langkah nyata pemerintah pusat tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa Jember sebelumnya menghadapi tantangan besar terkait infrastruktur pendidikan, di mana terdapat sekitar 1.532 gedung sekolah yang mengalami rusak berat.
"Dulu Jember hanya mendapatkan bantuan revitalisasi berkisar 5 sampai 6 miliar Rupiah. Namun, di era Presiden Prabowo, pada tahun 2025 Jember mendapatkan bantuan revitalisasi terbesar sepanjang sejarah di Indonesia," ungkap Fawait.
Fawait juga berharap agar sinergi ini terus berlanjut di tahun 2026.
"Kami telah mengajukan kembali perbaikan untuk sekitar 300 sekolah yang masih dalam kondisi rusak," harapnya.
Menurutnya, perbaikan sarana pendidikan adalah kunci jangka panjang untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di Jember melalui peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). (*)
Apa Reaksi Anda?