Di Balik One Piece Live-Action Season 2: Peran Eiichiro Oda Menjaga Adaptasi Tetap Setia pada Cerita Aslinya

Bagi penggemar lama One Piece, keterlibatan langsung Oda menjadi salah satu alasan mengapa adaptasi live-action ini mendapatkan perhatian besar.

Maret 14, 2026 - 14:00
Di Balik One Piece Live-Action Season 2: Peran Eiichiro Oda Menjaga Adaptasi Tetap Setia pada Cerita Aslinya

MALANG Antusiasme terhadap musim kedua live-action One Piece kembali meningkat ketika serial tersebut melanjutkan petualangan Monkey D. Luffy dan kru Topi Jerami menuju Grand Line. Namun di balik produksi serial yang ditayangkan oleh Netflix ini, ada satu faktor yang sering disebut sebagai kunci keberhasilannya: keterlibatan langsung sang kreator manga.

Serial ini diadaptasi dari manga karya Eiichiro Oda yang pertama kali terbit pada 1997 dan hingga kini menjadi salah satu manga terlaris di dunia. Dengan dunia cerita yang luas serta ratusan karakter, banyak pihak sejak awal meragukan apakah kisah tersebut dapat diterjemahkan dengan baik ke dalam format live-action.

Namun berbeda dengan banyak adaptasi manga sebelumnya, Oda tidak hanya memberikan izin atas penggunaan karyanya. Ia juga terlibat dalam proses produksi sebagai produser eksekutif dan pengawas kreatif.

Kreator yang Mengawasi Proses Adaptasi

Dalam wawancara yang kemudian dilaporkan oleh media hiburan MovieWeb, Oda mengungkapkan bahwa ia memiliki peran langsung dalam menilai apakah hasil adaptasi tersebut layak dirilis kepada publik.

“Thankfully, Netflix agreed that they wouldn’t go out with the show until I agreed it was satisfactory,” kata Eiichiro Oda dalam wawancara yang dikutip oleh MovieWeb saat membahas proses pengembangan live-action One Piece.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sang kreator tidak hanya menjadi simbol dalam proyek adaptasi ini. Ia memiliki pengaruh nyata dalam proses kreatif, termasuk memberikan masukan terhadap naskah maupun detail cerita.

Dalam wawancara yang sama, Oda juga mengakui bahwa ia sempat ragu terhadap proyek live-action karena banyak adaptasi manga sebelumnya tidak berhasil.

“Various manga had been made into live action, but there was a history of failure,” ujar Oda dalam wawancara yang sama.

Pernyataan ini menjelaskan mengapa keterlibatan kreator menjadi faktor penting dalam produksi serial tersebut.

Tantangan Cerita di Musim Kedua

Musim kedua serial One Piece membawa cerita menuju Grand Line, wilayah laut paling berbahaya dalam dunia cerita tersebut. Bagian ini dikenal sebagai titik di mana petualangan Luffy dan kru Topi Jerami mulai berkembang menjadi konflik yang jauh lebih besar.

Di tahap ini pula berbagai karakter baru mulai muncul dan dunia cerita semakin kompleks. Hal tersebut membuat proses adaptasi menjadi lebih menantang bagi tim produksi.

Dalam format live-action, banyak elemen fantasi dari manga—mulai dari kekuatan Buah Iblis hingga berbagai makhluk aneh—harus diterjemahkan ke dalam visual yang tetap terasa meyakinkan bagi penonton.

Menjaga Kepercayaan Penggemar

Bagi penggemar lama One Piece, keterlibatan langsung Oda menjadi salah satu alasan mengapa adaptasi live-action ini mendapatkan perhatian besar. Kehadirannya membantu menjaga agar cerita yang diadaptasi tidak menyimpang terlalu jauh dari dunia yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade.

Pendekatan ini juga menunjukkan bagaimana kolaborasi antara kreator asli dan studio produksi dapat memengaruhi kualitas sebuah adaptasi.

Musim kedua mungkin menghadirkan tantangan baru bagi tim produksi. Namun selama proses adaptasi tetap berada di bawah pengawasan kreator yang menciptakan dunia One Piece itu sendiri, banyak penggemar percaya bahwa perjalanan Luffy di layar nyata masih memiliki potensi panjang untuk berkembang. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow