Wujudkan Generasi Emas 2045, Mahasiswa KSM-N UNISMA Kelompok 53 Gelar Sosialisasi Gizi dan Demonstrasi Susu Pasteurisasi di Desa Wonosari

Masalah gizi dan stunting masih menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia dalam menyongsong visi Generasi Emas 2045.

Maret 16, 2026 - 15:00
Wujudkan Generasi Emas 2045, Mahasiswa KSM-N UNISMA Kelompok 53 Gelar Sosialisasi Gizi dan Demonstrasi Susu Pasteurisasi di Desa Wonosari

MALANG Masalah gizi dan stunting masih menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia dalam menyongsong visi Generasi Emas 2045. Dari hal tersebut, mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Kelompok Nusantara 53 Universitas Islam Malang (UNISMA) mengambil peran aktif melalui aksi nyata di tingkat desa. Bertepatan dengan peringatan Hari Gizi Nasional, para mahasiswa ini menyelenggarakan program sosialisasi gizi dan peningkatan pengolahan pangan sehat di Desa Wonosari, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (28/02/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Peran Penting Protein Sebagai Fondasi Gizi untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045” ini dipusatkan di Pendopo Desa Wonosari.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Wonosari, Ita Purnamawati, jajaran perangkat desa, kader Posyandu, anggota Posyandu, serta ibu-ibu penggerak PKK. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi meskipun acara diadakan pada bulan puasa, terbukti dengan hadirnya lebih dari 40 peserta yang memadati lokasi sejak pagi hari.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

Edukasi Protein sebagai Investasi Masa Depan

Acara utama dari kegiatan ini adalah menyampaikan materi edukatif yang dibawakan oleh bidan desa setempat, Wiwik Purwati, S.ST., Bd. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara mendalam bahwa protein, baik nabati maupun hewani, merupakan zat pembangun yang tidak boleh terlewatkan dalam menu harian keluarga, terutama bagi balita dalam masa pertumbuhan emas (golden age).

“Protein adalah fondasi penting dalam pertumbuhan fifik dan otak sejak 3000 hari pertama masa pertumbuhan balita yang tidak boleh terlewatkan” tegas Wiwik di hadapan para peserta.

Senada dengan hal tersebut, Abrar Fawwas, salah satu perwakilan mahasiswa KSM UNISMA Kelompok 53, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk mengubah pola pikir masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini bukan sekedar seremoni peringatan Hari Gizi Nasional saja. Ini adalah langkah awal bagi masyarakat Desa Wonosari untuk lebih melek gizi dan mulai memanfaatkan sumber protein yang ada di lingkungan sekitar secara cerdas,” ujarnya.

Salah satu sesi yang paling mencuri perhatian dan mengundang interaksi aktif dari peserta adalah pembekalan pembuatan susu pasteurisasi. Pemilihan materi ini didasari oleh observasi mendalam siswa selama masa KKN di Desa Wonosari. Meski desa tersebut bukan merupakan sentra peternakan sapi perah, mahasiswa mengamati bahwa banyak pedagang susu segar di wilayah desa. Namun, banyak warga yang masih ragu atau belum mengetahui cara mengolah susu segar tersebut agar aman dikonsumsi tanpa merusak nutrisinya.

Berbekal latar belakang keilmuan mahasiswa yang di antaranya berasal dari Fakultas Peternakan, mereka mengajarkan teknik pasteurisasi sederhana yang bisa diterapkan di dapur rumah tangga. Mahasiswa memberikan tips praktis bagi ibu-ibu yang tidak memiliki termometer dapur: susu cukup dipanaskan hingga muncul uap panas yang konsisten dan tercium aroma susu yang sedap atau harum. Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa suhu telah cukup tinggi untuk membunuh bakteri patogen, namun tetap menjaga kandungan gizi alami susu tetap utuh.

Selama sesi demonstrasi, suasana menjadi sangat cair. Para peserta tampak aktif melontarkan berbagai pertanyaan, mulai dari durasi penyimpanan susu hingga cara membedakan susu segar yang berkualitas baik.

Apresiasi dan Dukungan Gizi Nyata

Tak hanya memberikan teori dan praktik, mahasiswa KSM UNISMA Kelompok 53 juga menunjukkan kepedulian dengan membagikan buah tangan kepada seluruh peserta. Buah tangan tersebut berisi susu pasteurisasi dan telur ayam tinggi protein. Pembagian ini bertujuan sebagai stimulan agar warga mulai membiasakan konsumsi protein berkualitas di rumah masing-masing.

Kepala Desa Wonosari, Ibu Ita Purnamawati, menyambut positif kehadiran mahasiswa UNISMA di desanya. Beliau menilai metode pendekatan siswa sangat menyentuh kebutuhan dasar warga.

“Dengan acara sosialisasi hari gizi ini, sangat bermanfaat bagi warga kami terutama yang memiliki balita. Lewat pembekuan pembuatan susu tadi, kami yang awalnya tidak tahu sekarang menjadi tahu bagaimana mengelola susu agar nilai gizinya tidak hilang. Pengetahuan praktis seperti ini yang sangat kami butuhkan. Semoga mahasiswa KKN dari UNISMA dapat selalu bermanfaat untuk masyarakat luas,” ungkap Ita dalam penutupnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi Desa Wonosari untuk menjadi desa yang mandiri secara gizi. Melalui kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan desa, dan pemerintah desa, cita-cita mewujudkan Generasi Emas 2045 yang sehat dan cerdas bukan lagi sekedar impian, melainkan tujuan yang dicapai dapat mulai dari meja makan keluarga. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

*)Pewarta: Mahasiswa KSM-N Kelompok 53 Universitas Islam Malang (UNISMA)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow