Milly Alcock, Supergirl Penuh Trauma Kehancuran Krypton

Milly mengaku sejak pertama membaca naskah yang disodorkan Gunn, ia bisa memahami alur diri yang harus dia bawakan dalam jiwa Kara Zor-El alias Supergirl.

Juni 2, 2026 - 17:00
Milly Alcock, Supergirl Penuh Trauma Kehancuran Krypton

JAKARTA - Milly Alcock menjelaskan karakter Supergirl yang dia perankan dalam film Supergirl: Women of Tomorrow garapan sutradara James Gunn. 

Pada wawancaranya dengan media asing, ia menegaskan jangan membayangkan Supergirl seperti Superman yang merupakan super hero sempurna yang kuat. 

"Tidak seperti itu, Supergirl bukanlah pahlawan yang kuat, ia justri penuh trauma karena kehancuran planet Krypton," ungkapnya. 

Mengapa trauma itu terjadi? Sebab Kara menyaksikan langsung apa yang terjadi di Krypton, sedangkan Kal-El atau Superman hanya mendengar ceritanya. Kara harus membawa beban psikologis akibat kejadian tersebut. Hingga membuatnya lemah dan bahkan justru melakukan hal-hal yang tidak terkontrol seperti gemar pesta pora dan mabuk-mabukan di satu planet ke planet yang lain. 

Kehancuran Krypton menyisakan luka emosional yang tak bisa disembuhkan. Milly mengaku sejak pertama membaca naskah yang disodorkan Gunn, ia bisa memahami alur diri yang harus dia bawakan dalam jiwa Kara Zor-El alias Supergirl. 

"Saat itu saya sadar James ingin melakukan sesuatu yang sangat berbeda dan tidak terduga dengan karakter ini. Dia menjadi kontras yang sangat kuat dengan Superman karena Kara adalah penyintas trauma dalam bentuk paling murni. Saya senang bisa memerankan seseorang yang penuh kekurangan tetapi tetap tangguh," paparnya.

Di sisi lain, Kara merupakan sosok yang keras kepala dan tidak ingin sembuh dari traumanya. 

Sementara sutradara Craig Gillespie juga menekankan bahwa film ini akan terkesan lebih dark dibandingkan dengan Superman. "Ceritanya bergerak dari adegan yang gelap ke momen karakter yang liar namun santai di awal," jelasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan film ini akan menampilkan Supergirl yang lebih gelap, emosional, dan "berantakan" karena traumanya saat menyaksikan kehancuran Krypton, berbeda dengan Superman yang dibesarkan di lingkungan yang penuh kasih.

Supergirl 

Supergirl pertama kali muncul di komik sebagai karakter "Super-Girl" di Superman #123 pada Agustus 1958. Namun, ia secara resmi debut dengan nama "Supergirl" yang paling dikenal (bernama Kara Zor-El) pada Action Comics #252 di bulan Mei 1959.

Karakter jagoan perempuan dari DC Comics ini dikarang oleh Otto Binder dan digambar oleh Al Plastino. 

Nama asli Supergirl adalah Kara Zor-El. Ia merupakan putri dari Zor-El, yang merupakan saudara kandung Jor-El (ayah Superman/Kal-El).

Meskipun Superman terlihat lebih tua di bumi, secara biologis Kara lebih dulu lahir dan tumbuh sebagai remaja di Krypton sebelum planet itu hancur. Saat Kara dikirim ke bumi, kapalnya mengalami keterlambatan (mati suri) sehingga ia tiba saat Clark Kent sudah dewasa menjadi Superman.

Supergirl atau Kara Zor-El masuk dalam ras alien dari Krypton, memiliki kekuatan dasar yang hampir identik dengan Superman. Kekuatannya bersumber dari penyerapan energi radiasi matahari kuning bumi. 

Ia punya kekuatan, kecepatan, stamina, kelincahan, dan daya tahan yang luar biasa. Mampu melayang dan terbang menembus atmosfer hingga luar angkasa dengan kecepatan tinggi.

Tak itu saja, Supergirl punya penglihatan sinar-X, teleskopik, dan mikroskopik; serta kemampuan mendengar dari jarak yang sangat jauh.

Keunggulan Supergirl lainnya bisa mengeluarkan heat vision atau penglihatan panas dengan suhu yang sangat tinggi hingga bisa membakar. Serta bisa mengeluarkan embusan napas pembeku sekaligus menciptakan puting beliung. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow