Workshop Penguatan Karakter Kebhinekaan Bekali Calon Guru FKIP Unisma Tanamkan Nilai Toleransi
Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UNISMA kembali menyelenggarakan kegiatan Workshop Program Penguatan Karakter Kebhinekaan bagi Calon Guru Angkatan 1 Tahun 2026.
MALANG - Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UNISMA kembali menyelenggarakan kegiatan Workshop Program Penguatan Karakter Kebhinekaan bagi Calon Guru Angkatan 1 Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman calon guru dalam menanamkan nilai-nilai kebhinekaan, toleransi, dan persatuan di lingkungan pendidikan.
Acara secara resmi dibuka oleh Dekan FKIP, Dr. Hamiddin, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia yang harus dijaga melalui pendidikan.
“Guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebhinekaan sejak dini. Pendidikan harus mampu menjadi ruang yang mempersatukan, bukan memecah belah,” ujarnya.
Laporan kegiatan disampaikan oleh Ketua Program Studi PPG, Ganjar Setyo Widodo, yang menjelaskan bahwa workshop ini dirancang sebagai bagian dari penguatan karakter calon guru agar mampu menghadapi tantangan sosial di tengah masyarakat yang beragam.
“Kami berharap para peserta mampu mengintegrasikan nilai kebhinekaan dalam pembelajaran serta menjadi teladan dalam membangun sikap toleransi di sekolah,” jelasnya.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Workshop menghadirkan narasumber, Dr. Ari Ambarwati, yang memaparkan pentingnya pendidikan karakter berbasis kebhinekaan dalam membentuk generasi yang inklusif dan berkeadaban.
Dalam penyampaiannya, Dr. Ari Ambarwati menekankan bahwa penguatan karakter kebhinekaan tidak hanya dilakukan melalui materi pembelajaran, tetapi juga melalui keteladanan guru dan budaya sekolah yang menghargai perbedaan. Ia juga mengajak peserta untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang kontekstual dan inklusif.
Kegiatan berlangsung dengan antusias, ditandai dengan diskusi interaktif serta refleksi peserta terhadap praktik pembelajaran yang selama ini dilakukan. Para calon guru terlihat aktif dalam menggali cara-cara efektif untuk menginternalisasikan nilai kebhinekaan di kelas.
Melalui workshop ini, diharapkan calon guru mampu menjadi pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam menjaga persatuan dan membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Apa Reaksi Anda?