BRIN Operasikan Kembali Reaktor TRIGA 2000 Bandung untuk Riset Nuklir hingga Radiofarmaka

BRIN kembali mengoperasikan Reaktor TRIGA 2000 Bandung untuk mendukung riset nuklir, pengembangan radioisotop, radiofarmaka, pendidikan, dan layanan analisis ilmiah.

Juli 15, 2026 - 17:01
BRIN Operasikan Kembali Reaktor TRIGA 2000 Bandung untuk Riset Nuklir hingga Radiofarmaka

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengoperasikan Reaktor TRIGA 2000 Bandung sebagai salah satu infrastruktur strategis nasional untuk mendukung penelitian, pengembangan teknologi nuklir, produksi radioisotop dan radiofarmaka, hingga kegiatan pendidikan.

Reaktor nuklir yang diresmikan Presiden pertama RI Soekarno pada 20 Februari 1965 itu dinilai masih layak beroperasi setelah melalui berbagai proses modernisasi dan peningkatan sistem keselamatan.

Ketua Tim Pengelolaan Instalasi Reaktor TRIGA (IRT) BRIN, Abdul Rohim Iso Suwarso, mengatakan Reaktor TRIGA 2000 saat ini masih mengantongi izin operasi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) yang berlaku hingga Juli 2027 dengan kapasitas daya 1.000 kilowatt (kW).

"Reaktor TRIGA 2000 saat ini memiliki izin operasi reaktor berdasarkan Keputusan Kepala Bapeten Nomor 500/IO/Ka-BAPETEN/29-V-2017 yang berlaku hingga Juli 2027, dengan daya 1.000 kW," ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Modernisasi Tingkatkan Keandalan Reaktor

Menurut Iso, dari sisi teknis, Reaktor TRIGA 2000 Bandung masih sangat layak dioperasikan bahkan setelah masa izin operasi saat ini berakhir.

Hal itu didukung oleh program modernisasi yang dilakukan BRIN terhadap berbagai struktur, sistem, dan komponen (SSK) reaktor.

Peremajaan tersebut meliputi penguatan struktur gedung reaktor, penggantian sistem pendingin, pompa sekunder, cooling tower, hingga sistem ventilasi.

"Sebagai operator reaktor, kami melihat Reaktor TRIGA laik dioperasikan hingga setelah 2027 karena berbagai struktur, sistem, dan komponen reaktor telah diremajakan dan sistem pendukung telah diperbarui," kata Iso.

Selain itu, persediaan elemen bakar dinilai masih mencukupi untuk mendukung siklus operasi yang dibutuhkan, baik bagi peneliti internal BRIN maupun pengguna dari perguruan tinggi, industri, dan lembaga penelitian.

Dukung Riset Radioisotop hingga Analisis Material

Salah satu pemanfaatan utama Reaktor TRIGA 2000 adalah mendukung Analisis Aktivasi Neutron (AAN), yaitu metode analisis nuklir untuk mengidentifikasi dan mengukur kandungan unsur kimia pada berbagai jenis material.

Peneliti Pusat Riset Teknologi Analisis Berkas Nuklir BRIN, Diah Dwiana Lestiani, menjelaskan metode tersebut bekerja melalui proses penangkapan neutron oleh inti atom pada sampel uji sehingga menghasilkan radionuklida yang memancarkan sinar gamma karakteristik.

Melalui radiasi tersebut, para peneliti dapat mengidentifikasi sekaligus mengukur kadar unsur-unsur yang terkandung dalam suatu material dengan tingkat akurasi tinggi.

Menurut Diah, beroperasinya kembali Reaktor TRIGA 2000 diharapkan mampu mempercepat pengembangan riset teknik analisis nuklir sekaligus memperkuat kolaborasi penelitian nasional maupun internasional.

Layanan Terbuka untuk Perguruan Tinggi dan Industri

BRIN juga membuka akses pemanfaatan fasilitas iradiasi Reaktor TRIGA 2000 bagi masyarakat, perguruan tinggi, industri, hingga lembaga penelitian.

Permohonan layanan dapat diajukan melalui platform E-Layanan Sains (ELSA) BRIN pada menu layanan iradiasi neutron Reaktor TRIGA 2000.

Dengan kembali beroperasinya reaktor tersebut, BRIN berharap kapasitas riset nuklir nasional semakin meningkat sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis nuklir yang aman, modern, dan berkelanjutan.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow