Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Hadirkan Solusi Ketenagalistrikan Modern dan Transisi Energi Bersih

Pameran Indonesia Energy Week Surabaya 2026 resmi dibuka di Grand City. Diikuti 200 eksibitor dari 17 negara untuk dorong transisi energi hijau manufaktur Jatim.

Juli 15, 2026 - 18:00
Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Hadirkan Solusi Ketenagalistrikan Modern dan Transisi Energi Bersih
SURABAYA -

Pameran Indonesia Energy Week Surabaya 2026 resmi dibuka di Grand City Convention & Exhibition Surabaya, Rabu (15/7/2026). Ajang ini digelar untuk menjawab kebutuhan jaminan ketersediaan daya listrik dan akselerasi transisi energi bersih di tengah masifnya ekspansi sektor manufaktur di Jawa Timur.

Saat ini, sektor industri pengolahan masih menjadi kontributor utama perekonomian Jawa Timur dengan menyumbang sekitar 31 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sebagai salah satu pusat manufaktur terbesar di Indonesia, posisi strategis Surabaya juga berperan penting sebagai gerbang logistik Indonesia Timur.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa daya saing sebuah kawasan industri modern saat ini sangat ditentukan oleh kesiapan infrastruktur energi serta utilitasnya.

"Pertumbuhan industri hari ini tidak lagi bisa dipandang secara sektoral karena tantangannya semakin kompleks. Persaingan tidak lagi hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi oleh kemampuan memanfaatkan teknologi energi, meningkatkan efisiensi, serta menerapkan prinsip keberlanjutan," ujar Emil.

Menurutnya, integrasi lintas sektor antara manufaktur, teknologi agrikultur, dan pasokan energi dalam satu wadah kolaborasi merupakan langkah untuk memperkuat daya saing Jawa Timur, sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pertumbuhan industri nasional.

Sajikan Solusi Ketenagalistrikan Modern dan Utilitas

Melalui sub-pameran Electric & Power Indonesia - Surabaya, ajang ini berfokus menyajikan berbagai terobosan teknologi untuk mengamankan dan mengefisiensikan pasokan daya bagi industri skala besar.

Beberapa solusi sektor energi yang dipamerkan meliputi pembangkitan dan distribusi tenaga listrik, smart grid, energi baru dan terbarukan, sistem penyimpanan dan otomasi, hingga teknologi efisiensi energi untuk kebutuhan industri modern.

Sementara itu, Water Indonesia – Surabaya menghadirkan beragam inovasi di bidang pengolahan air bersih dan air limbah, sistem filtrasi dan membran, konservasi air, hingga teknologi utilitas yang dibutuhkan untuk mendukung operasional kawasan industri berkelanjutan.

Kolaborasi Ekosistem Industri Global

Country General Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, menjelaskan bahwa kehadiran lebih dari 200 eksibitor dari 17 negara dalam pameran ini membuktikan daya tarik Jawa Timur sebagai magnet investasi energi dan manufaktur.

"Yang dibutuhkan industri hari ini adalah ruang kolaboratif yang mempertemukan sektor-sektor yang saling bergantung. Mulai dari manufaktur, energi, kelistrikan, utilitas, hingga agrikultur modern," terangnya.

Lia berharap platform ini dapat memperkuat konektivitas pusat pertumbuhan industri di Indonesia dengan jejaring global.

Sebagai informasi, Indonesia Energy Week Surabaya 2026 diselenggarakan secara bersamaan (kolokasi) dengan Manufacturing Surabaya 2026 dan pameran teknologi agrikultur Growtech Indonesia 2026 untuk menciptakan satu ekosistem hulu-ke-hilir guna mempercepat transformasi industri hijau. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow