Wali Murid Pertanyakan Hasil OSN-K Bondowoso, Dugaan Kesalahan Unggah Data Rugikan Peserta

Hasil seleksi Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten (OSN-K) jenjang SMP di Kabupaten Bondowoso menuai protes dari sejumlah wali murid.

Juni 29, 2026 - 17:46
Wali Murid Pertanyakan Hasil OSN-K Bondowoso, Dugaan Kesalahan Unggah Data Rugikan Peserta

BONDOWOSO - Hasil seleksi Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten (OSN-K) jenjang SMP di Kabupaten Bondowoso menuai protes dari sejumlah wali murid. Mereka menduga terjadi kesalahan dalam proses pengunggahan data peserta ke sistem pusat sehingga hasil yang diumumkan dinilai tidak mencerminkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi.

Salah seorang wali murid berinisial HS mengungkapkan, hasil pengumuman hanya memuat peserta dari MTs Negeri 2 Bondowoso (Matsada). Sementara peserta yang mengikuti seleksi di SMP Negeri 2 Tenggarang disebut tidak muncul dalam sistem.

"Semua SMP ini gak ada datanya, gak masuk. Datanya gak terupload ke pusat," ujarnya, Senin (29/6/2026). 

Menurut HS, kondisi tersebut memunculkan tanda tanya karena pelaksanaan OSN-K dilakukan di dua lokasi berbeda. Ia menilai seluruh peserta seharusnya mengikuti seleksi di satu tempat agar proses pelaksanaan maupun pengiriman data berjalan seragam.

"Kenapa dapat izin gitu loh. Kan seharusnya kumpul di satu lokasi. Semua SMP ini seharusnya kumpul di satu tempat, untuk OSN-K,” jelasnya.

Ia menjelaskan, lokasi pelaksanaan semestinya dipusatkan di SMP Negeri 2 Tenggarang. Namun, pemisahan lokasi diduga berdampak terhadap proses pengiriman data peserta ke sistem nasional.

“Terus yang terkirim datanya hanya Matsada saja ke pusat. Pihak Dinas ngomongnya sudah mengirim, tapi dalam bentuk PDF," ujarnya.

HS mengaku memperoleh informasi bahwa berkas yang dikirim ke pusat menggunakan format PDF, sedangkan sesuai petunjuk teknis dokumen yang diminta harus berformat JPG. Akibatnya, data peserta diduga tidak dapat terbaca oleh sistem.

"Tidak terbaca sama pusat. Saat pengumuman, ya otomatis yang Matsada saja. Karena sesuai ketentuannya," tuturnya.

Ia menilai persoalan tersebut merugikan peserta dari sekolah lain, termasuk anaknya yang sebelumnya berhasil meraih prestasi pada ajang OSN tingkat kabupaten dan kini berpeluang melaju ke tingkat provinsi.

"Tahun kemarin juara anak saya kemarin. Di kabupaten. Nah ini kan sekarang mengejar ke provinsinya. Gimana mau ke provinsi sedangkan kabupaten saja tidak selesai," katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan wali murid lainnya, DL. Ia mengatakan telah mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso bersama sejumlah orang tua peserta untuk meminta penjelasan terkait persoalan tersebut. Namun hingga kini mereka masih menunggu keputusan dari pihak terkait.

"Sudah dikirim lagi katanya. Tapi keputusannya hari ini (kemarin, red). Kita tunggu hari ini," ujarnya.

DL berharap persoalan tersebut segera mendapat kepastian dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), mengingat pelaksanaan OSN tingkat provinsi dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli mendatang.

"Mudah-mudahan bisa dapat jawaban yang pasti secepatnya dari Puspresnas itu. Karena pelaksanaan provinsi sudah tanggal 9 Juli. Kan waktunya mepet ini," harapnya.

Menurut DL, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso juga telah mengakui adanya kekeliruan dalam proses pengunggahan dokumen peserta.

"Iya diakui salah. Diupload tapi beda bentuk. Beda bentuk pdf padahal seharusnya jpg,” pungkasnya.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow