Libur Sekolah Tak Liburkan Karyawan SPPG Rampal Celaket Malang, Tetap Digaji untuk Maintenance Dapur
Libur panjang sekolah membuat distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rampal Celaket, Kota Malang, dihentikan sementara hingga 13 Juli 2026. Meski demik
MALANG - Libur panjang sekolah membuat distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rampal Celaket, Kota Malang, dihentikan sementara hingga 13 Juli 2026. Meski demikian, aktivitas di dapur tetap berlangsung.
Selama masa jeda operasional, pengelola memanfaatkan waktu untuk melakukan perawatan menyeluruh terhadap fasilitas dapur agar siap kembali melayani penerima manfaat setelah libur berakhir.
Pemilik SPPG Rampal Celaket, Hanan Jalil mengatakan, penghentian operasional hanya berlaku untuk produksi makanan karena menyesuaikan kalender libur sekolah.
“Memang diliburkan selama libur sekolah sampai 13 Juli 2026 dan akan kembali beroperasi,” ujar Hanan, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, dapur tidak dibiarkan kosong. Dari total 47 relawan yang tergabung di SPPG Rampal Celaket, sebanyak enam hingga sepuluh orang dijadwalkan bekerja setiap hari secara bergiliran untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan. Seluruh relawan yang bertugas tetap menerima upah.
“Seluruh relawan ada 47 orang. Selama libur sekolah ini kegiatan dapur tetap ada, mereka kami pekerjakan dengan dibayar secara bergantian. Kami sistem shift sehari sekitar enam sampai 10 orang,” ungkapnya.
Hanan menjelaskan, masa libur merupakan momentum ideal untuk melakukan pembenahan tanpa mengganggu proses produksi makanan. Berbagai pekerjaan dilakukan, mulai dari memperbaiki peralatan yang mengalami kerusakan, melapisi ulang lantai dapur dengan epoxy, hingga mengecat kembali bagian bangunan yang mulai kusam.
“Membenahi beberapa yang rusak. Selama sudah dipakai tentu ada alat yang rusak, lantai harus epoxy ulang. Perbaikan cat, beberapa ada yang perlu dicat ulang, kami perbaiki sesuai dengan SOP,” jelasnya.
Sementara itu, relawan yang tidak mendapat giliran maintenance dipersilakan memanfaatkan masa libur operasional untuk mencari pekerjaan tambahan. Bahkan, Hanan mengaku mendorong para relawan tetap produktif agar memiliki penghasilan selama distribusi MBG dihentikan.
“Saya malah menyarankan seperti itu. Kebanyakan ada yang ngojek, ada yang jadi tukang parkir, ada juga yang buka usaha. Kalau bisa kerja di luar yang lebih banyak gajinya ya monggo,” katanya.
Ia berharap seluruh proses perawatan rampung sebelum operasional kembali dimulai pada pertengahan Juli. Dengan begitu, dapur SPPG Rampal Celaket dapat kembali beroperasi dalam kondisi optimal dan tetap memenuhi standar operasional saat melayani ribuan penerima manfaat.
“Harapan kami, dapur SPPG dapat kembali beroperasi dalam kondisi prima dan memenuhi standar operasional saat melayani penerima manfaat,” pungkasnya.(*)
Apa Reaksi Anda?