DPRD Kota Malang Desak Transparansi Menu MBG, Minta Rakor dengan SPPG Segera Digelar

DPRD Kota Malang mendesak transparansi menu program MBG dan meminta rakor dengan SPPG segera dilakukan.

April 18, 2026 - 14:02
DPRD Kota Malang Desak Transparansi Menu MBG, Minta Rakor dengan SPPG Segera Digelar

MALANG - Transparansi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, mendesak agar rapat koordinasi (rakor) bersama seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera dilaksanakan.

Desakan ini muncul menyusul keresahan masyarakat terkait menu MBG yang disebut tidak lagi diinformasikan kepada wali murid. Menurut Arief, kondisi tersebut berbeda dengan saat Ramadan, ketika menu masih rutin dibagikan kepada orang tua siswa.

“Sekarang sudah tidak ada yang membagikan menu, berbeda dengan ketika Ramadan,” ujar Arief, Sabtu (18/4/2026).

Ia menilai rakor antara DPRD dan para pemangku kepentingan program MBG penting dilakukan untuk mencegah terulangnya persoalan, seperti temuan menu tidak layak konsumsi yang sempat mencuat sebelumnya.

“Seharusnya DPRD segera melakukan rakor dengan stakeholder MBG agar kejadian yang tidak diinginkan tidak terulang,” ungkapnya.

Arief mengakui hingga kini rakor tersebut belum terlaksana karena padatnya agenda DPRD, mulai dari pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) hingga peraturan daerah. Meski demikian, ia meminta persoalan MBG diprioritaskan karena menyangkut kepentingan publik.

“Memang jadwal rapat cukup padat, tetapi karena MBG menyangkut masyarakat luas, saya minta agar segera diprioritaskan,” jelasnya.

Ia juga menyatakan akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD untuk mempercepat pengawalan pelaksanaan program tersebut.

“Saya akan berkomunikasi dengan pimpinan untuk menyegerakan pengawalan MBG,” katanya.

Menurut Arief, tidak adanya informasi menu yang diterima siswa menjadi salah satu sumber keresahan masyarakat. Padahal, keterbukaan menu dinilai penting sebagai bentuk pengawasan bersama, khususnya bagi wali murid.

“Tidak sulit untuk memotret dan membagikan menu kepada wali murid,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyampaian informasi menu seharusnya menjadi bagian dari transparansi yang wajib dilakukan oleh penyelenggara program.

“Dengan keterbukaan, wali murid dapat ikut memantau kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak mereka,” tandasnya.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow