Wagub Emil Sebut Jembatan Ambles di Bondowoso Akan Dibangun Ulang dengan Nilai Rp17,5 M

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak meninjau amblesnya Jembatan Sentong penghubung Bondowoso–Jember. Pemprov mempercepat proyek senilai Rp17,5 miliar agar dimulai saat Ramadan.

Februari 26, 2026 - 01:00
Wagub Emil Sebut Jembatan Ambles di Bondowoso Akan Dibangun Ulang dengan Nilai Rp17,5 M

BONDOWOSO Emil Elestianto Dardak turun langsung meninjau lokasi amblesnya Jembatan Sentong yang menjadi akses utama Bondowoso–Jember, Rabu (25/2/2026). Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur Jawa Timur itu mengecek kondisi struktur jembatan sekaligus berdialog dengan warga terdampak penutupan total akses.

Jembatan peninggalan era Belanda yang dibangun pada 1923 tersebut sebelumnya telah masuk dalam rencana pembangunan ulang oleh Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Namun sebelum proyek dimulai, kondisi konstruksi yang telah berusia satu abad semakin melemah hingga akhirnya ambles.

Emil menegaskan, peristiwa ini memperkuat urgensi percepatan pembangunan. Semula proyek dijadwalkan mulai April 2026 dengan asumsi jembatan masih dapat difungsikan terbatas. Kini, karena akses telah ditutup total, Pemprov Jatim mendorong percepatan tahapan administrasi.

“Harusnya April, tapi karena sekarang sudah ditutup, untuk mengurangi kesulitan warga sebaiknya dimulai lebih awal. Harapannya pada bulan Ramadan ini sudah bisa dimulai,” ujarnya.

Ia menyebut proyek kini tinggal menunggu penandatanganan kontrak. Pembangunan diperkirakan memakan waktu delapan bulan dengan total anggaran Rp17,5 miliar.

Terkait usulan warga untuk membangun jembatan darurat di sisi lokasi, Emil memastikan opsi tersebut sulit direalisasikan. Selain bentang jembatan mencapai 50 meter yang dinilai berisiko tinggi, proyek juga mencakup pelebaran struktur sehingga area sekitar tetap harus digali.

“Bentangnya 50 meter, sangat berbahaya membangun jembatan darurat. Jika dibangun persis di sampingnya, saat pelaksanaan nanti lahan tetap harus digali. Jadi, memang sama sekali tidak bisa dilalui,” tegasnya.

Ia meminta masyarakat bersabar selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, penutupan sementara selama delapan bulan akan terbayar dengan hadirnya jembatan yang lebih kuat dan aman untuk jangka panjang.

“Pengorbanan delapan bulan ini akan dijawab dengan jembatan yang kokoh dan menjadi kebanggaan masyarakat Bondowoso untuk satu abad ke depan,” katanya.

Sementara itu, Abdul Hamid Wahid memastikan percepatan tersebut. Ia menyampaikan kontrak proyek kemungkinan ditandatangani setelah Jumat pekan ini sehingga pekerjaan awal bisa segera dimulai.

“Kemungkinan setelah Jumat ini kontrak ditandatangani, maka pekerjaan awal segera dilakukan,” ujarnya.

Perwakilan Dinas PU Bina Marga Jatim, Tutut Putro, menjelaskan sejumlah tahapan persiapan telah berjalan sejak Maret. Adapun jadwal April yang dimaksud sebelumnya adalah pekerjaan konstruksi skala besar seperti penggalian pondasi, pembongkaran, hingga pengeboran bore pile.

Mobilisasi alat berat kini dipercepat agar dapat beroperasi sebelum Lebaran. Meski demikian, pihaknya tidak menargetkan proyek rampung dalam waktu dekat.

“Pekerjaan yang memakai alat berat sudah bisa dimulai. Kami tidak menjanjikan pekerjaan selesai sebelum Lebaran, tetapi pengerjaan sudah bisa dimulai,” pungkasnya.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow