Trotoar Suhat Malang Disorot, Wagub dan Wawali Tegaskan Penataan Ulang dan Penertiban Parkir Liar
Penataan trotoar di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) kembali menjadi sorotan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Malang menyoroti maraknya parkir liar yang menyalahgunakan fungsi
MALANG - Penataan trotoar di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) kembali menjadi sorotan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Pemerintah Kota Malang (Pemkot Malang) menyoroti maraknya parkir liar yang menyalahgunakan fungsi trotoar yang kini tengah diperbaiki.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan, penggunaan trotoar sebagai area parkir jelas tidak sesuai dengan perencanaan awal. Ia memastikan, pada tahun 2026 ini akan ada pengerjaan lanjutan untuk membenahi trotoar agar lebih ramah bagi pejalan kaki sekaligus menutup celah penyalahgunaan.
“Harusnya trotoar itu nyaman untuk pengguna jalan. Nanti akan kita benarkan elevasinya supaya tidak mudah digunakan parkir,” ujar Emil, Rabu (6/5/2026).
Menurut Emil, salah satu titik lemah saat ini adalah ketinggian trotoar yang dinilai masih terlalu rendah, sehingga kendaraan mudah naik dan parkir di atasnya. Penyesuaian elevasi diharapkan menjadi solusi teknis untuk mencegah pelanggaran serupa.
Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga menargetkan trotoar Suhat menjadi ikon kawasan. Ia bahkan berharap kesadaran publik ikut tumbuh seiring perbaikan fasilitas.
“Kami berharap kalau trotoarnya sudah bagus, warga sendiri yang akan marah kalau ada yang parkir sembarangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menegaskan bahwa penertiban parkir liar menjadi kewenangan pemerintah kota. Ia menyebut, sejumlah persoalan yang terjadi sebelumnya lebih disebabkan oleh faktor human error, bukan semata desain infrastruktur.
“Trotoar fungsinya untuk pejalan kaki, tidak boleh parkir. Itu yang akan kita tertibkan,” tegas Ali.
Meski demikian, Ali mengakui bahwa untuk pembangunan dan konsep besar penataan trotoar Suhat sepenuhnya berada di tangan Pemprov. Pemkot Malang saat ini masih menunggu realisasi rencana tersebut, termasuk alokasi anggaran dan desain teknis yang disebut akan menggunakan material keramik dalam semen.
“Kita hanya koordinasi dan menyampaikan kebutuhan. Skema dan konsep tetap dari provinsi,” jelasnya.
Terkait kemungkinan konsep trotoar Suhat dibuat menyerupai kawasan Kayutangan Heritage yang lebih estetis, Ali belum bisa memastikan. Ia menegaskan, pembahasan lanjutan baru akan dilakukan setelah konsep resmi dari provinsi dirilis.
“Kita bersama Pemprov akan melanjutkan perencanaan penataan ini. Dan ketegasan aturan penting dilaksanakan. Ini bukan semata-mata untuk kelancaran, tapi untuk penataan lebih baik bagi masyarakat lebih luas,” tandasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?