Terungkap!, Pelaku Video Syur “Yank Wes Yank” Seragam Sekolah di Banyuwangi
Pelaku video syur viral "Yank Wes Yank" terungkap: siswi MAN 3 Banyuwangi. Orang tua mengajukan pengunduran diri karena malu. Kemenag Banyuwangi lakukan klarifikasi dan pembinaan.
Setelah membuat gempar netizen, akhirnya pelaku video syur “Yank Wes Yank” di Banyuwangi, Jawa Timur, terungkap. Sesuai dengan busana seragam batik yang dikenakan, pemeran cewek dalam video ternyata adalah salah satu siswa MAN 3 Banyuwangi.
Fakta tersebut terungkap dari penjelasan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M. Menurutnya, begitu mendapat informasi pihaknya langsung melakukan klarifikasi kepada satuan pendidikan yang beralamat di Jalan Raya Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, tersebut.
“Kami melakukan klarifikasi dan pembinaan kepada MAN 3 Banyuwangi, dan mendukung upaya-upaya hukum yang dilakukan,” katanya, Sabtu (1/8/2026).
Dari hasil klarifikasi, lanjut Chaironi, pihak MAN 3 Banyuwangi, mendapat laporan adanya video tidak senonoh yang melibatkan salah satu siswa pada Minggu malam, 19 Juli 2026. Selanjutnya, sekolah melalui Waka Humas, mendatangi kediaman siswa di Desa Sukopuro, Kecamatan Srono, guna melakukan klarifikasi kepada kedua orang tua.
“Kedua orang tua mengaku telah mengetahui dan membenarkan peristiwa tersebut. Mereka pasrah karena merasa malu,” jelasnya.
Dan pada hari Selasa, 21 Juli 2026, kedua orang tua siswa membuat surat pengunduran diri atau menyatakan buah hatinya keluar dari MAN 3 Banyuwangi. Alasannya, jika tetap bersekolah dianggap malah untuk psikologi sang anak.
Dan merespons berita dan video viral yang menyangkut nama MAN 3 Banyuwangi, itu dinilai sudah di luar kontrol pihak madrasah, baik dari waktu maupun tempat kejadiannya.
Seperti diberitakan sebelumnya, video syur “Yank Wes Yank” viral di Banyuwangi. Gambar bergerak adegan dewasa itu berjumlah sekitar 6 video, dengan durasi berbeda-beda.
Kejadian ini cukup menampar dunia pendidikan dibawah naungan Kementerian Agama. Karena pelaku dalam video, merupakan siswa sekolah yang menonjolkan basis agama. (*)
Apa Reaksi Anda?