Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Kota Banjar Jemput Bola Pembuatan Kartu Kuning ke SMK
Langkah strategis ini menyasar para siswa yang baru saja menerima Surat Keterangan Lulus (SKL) di berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kota Banjar.
BANJAR - Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Kota Banjar terus melakukan langkah proaktif untuk menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah dengan menerapkan sistem "jemput bola" dalam memberikan pelayanan pembuatan Kartu Tanda Bukti Pendaftaran Pencari Kerja atau AK1 (yang sebelumnya dikenal sebagai Kartu Kuning) langsung ke sekolah-sekolah.
Langkah strategis ini menyasar para siswa yang baru saja menerima Surat Keterangan Lulus (SKL) di berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kota Banjar.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnaker Kota Banjar, Moh. Rizal NS Mokodompit, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dinas untuk meningkatkan partisipasi aktif dan mengubah pola pelayanan lama yang dinilai kurang efektif.
"Kami ingin mengubah pola lama di mana masyarakat atau pencari kerja harus datang langsung ke kantor dinas. Sekarang, atas izin pimpinan, Ibu Sri selaku Kepala Dinas, kami berkonsolidasi dengan seluruh SMK se-Kota Banjar untuk memberikan pelayanan khusus ini," ujar Rijal saat ditemui di sela-sela kegiatan di SMK Negeri 2 Banjar, Selasa (26/5/2026).
Rijal menambahkan, kegiatan ini juga menjadi keberlanjutan dari upaya Pemerintah Kota Banjar dalam mempercepat penurunan angka pengangguran, yang sebelumnya sempat diikutsertakan dalam perlombaan tingkat regional oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar.
Ratusan Siswa Terjaring, Masa Berlaku AK1 Hingga 2 Tahun
Pelayanan jemput bola ini disambut antusias oleh pihak sekolah dan para siswa. Berdasarkan data sementara, sudah ada ratusan calon tenaga kerja dari berbagai SMK yang berhasil menjaring layanan ini.
"Sebelumnya sebanyak 190 siswa dari SMK Negeri 1 Banjar telah membuat AK1, kemudian dari SMK Negeri 3 Banjar sebanyak 150 siswa dan yang dilayani hari ini SMK Negeri 2 Banjar sebanyak 120 siswa," beber Rijal.
Menariknya, Disnaker Kota Banjar tidak bersikap kaku dalam memberikan pelayanan. Mereka juga memfasilitasi para siswa dari wilayah tetangga (luar daerah) yang bersekolah di Banjar agar tidak perlu jauh-jauh mengurus ke kabupaten asalnya.
"Kami juga melayani siswa yang berasal dari wilayah tetangga seperti Ciamis, Purwaharja (Apok), Cimaragas, hingga Cisaga. Kami layani mereka tanpa ada pembeda agar memudahkan mereka yang rumahnya jauh dari pusat Kabupaten Ciamis atau Pangandaran," tegasnya.
Sebagai informasi, Kartu AK1 yang diterbitkan ini memiliki masa berlaku selama 2 tahun dan menjadi modal penting bagi para alumni baru untuk melamar pekerjaan.
Target Turunkan TPT, Rencana Elaborasi Data Tingkat Desa
Meskipun Angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Banjar sebelumnya sudah berhasil menurun sebesar 0,18%, Disnaker tidak mau cepat puas.
Melalui aksi jemput bola ini, diharapkan TPT di masa depan bisa ditekan jauh lebih rendah lagi.
Ke depan, Disnaker Kota Banjar memiliki rencana besar untuk memperkuat perencanaan ketenagakerjaan secara makro. Rijal membeberkan bahwa pihaknya akan segera mengumpulkan seluruh Lurah dan Kepala Desa se-Kota Banjar.
"Ke depan, kami akan mengelaborasikan data dari tingkat bawah. Kami akan mendata berapa jumlah perusahaan di masing-masing wilayah, jumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA/WNA), hingga angka riil pengangguran di tiap desa/kelurahan," jelas Rijal.
Rencana tersebut saat ini tengah disusun dalam bentuk nota dinas. Diharapkan, kolaborasi data ini dapat menjadi proses pembelajaran sekaligus basis perencanaan yang matang demi membawa Kota Banjar ke arah yang lebih maju dan sejahtera. (*)
Apa Reaksi Anda?