Tegaskan Tak Ada Kekerasan, Polisi Sebut Yai Mim Kerap Beri Tausiyah ke Tahanan Lain Selama Dipenjara
Tersangka Yai Mim meninggal dunia saat hendak diperiksa di Polresta Malang Kota. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian dan menunggu hasil visum.
MALANG - Tersangka kasus dugaan pelecehan seksual dan pornografi, Imam Muslimin alias Yai Mim meninggal dunia saat hendak menjalani pemeriksaan di Polresta Malang Kota, Senin (13/4/2026).
Selama ditahan di rutan Mapolresta Malang Kota sejak 19 Januari 2026 lalu. Yai Mim disebut kerap kali memberikan nasihat atau tausiyah kepada tahanan lain selama dipenjara. Hal ini juga dibenarkan oleh Kasihumas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin.
Hal itu ternyata membuat Yai Mim akhirnya harus berada di sel sendirian.
“Yang bersangkutan sering memberikan tausiyah ke tahanan lain, sehingga membuat tahanan lain kurang nyaman,” ujar Yai Mim, Senin (13/4/2026).
Ia menyebut bahwa selama ini tak ada perlakuan khusus selama Yai Mim ditahan.
“Yang bersangkutan tidak ada perlakuan istimewa dan sama dengan yang lainnya,” ungkapnya.
Ia juga memastikan bahwa tak ada kekerasan dari aparat kepolisian selama Yai Mim menjalani tahanan.
“Tidak ada kekerasan dari tahanan, dia menempati kamar sendiri, tidak ada tahanan lain,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Yai Mim dinyatakan meninggal dunia pada 13.45 WIB siang tadi. Ia meninggal saat hendak menjalani pemeriksaan oleh Satreskrim Polresta Malang Kota.
Yai Mim mengalami penurunan kesehatan saat hendak dibawa dari ruang tahanan menuju ruang Satreskrim Polresta Malang Kota.
Saat berjalan, ia tiba tiba terjatuh dan lemas. Saat diperiksa oleh Sie Dokkes Polresta Malang Kota, Yai Mim mengalami kedaruratan dan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Kini, pihak kepolisian tengah menyelidiki penyebab kematian Yai Mim sembari menunggu hasil visum.(*)
Apa Reaksi Anda?