Tebing 5 Meter Longsor di Cibeber, Jalur Utama Cianjur-Sindangbarang Sempat Lumpuh
Longsor setinggi 5 meter akibat hujan deras menutup jalur Cianjur Selatan. Arus lalu lintas sempat lumpuh dan macet 1 kilometer sebelum akses kembali dibuka petugas.
CIANJUR - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Cianjur memicu terjadinya bencana tanah longsor di jalur selatan. Peristiwa ini membuat akses transportasi sempat lumpuh karena kendaraan sama sekali tidak bisa melintas.
Sebuah tebing dengan ketinggian mencapai lima meter ambruk dan material tanahnya menutup seluruh permukaan jalan di Kampung Sarogol, Desa Selagedang, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat.
Dampak dari tertutupnya akses utama penghubung Cianjur menuju Sindangbarang tersebut sempat membuat arus lalu lintas macet total selama kurang lebih satu jam.
Antrean kendaraan dari kedua arah dilaporkan memanjang hingga mencapai radius satu kilometer. Banyak pengendara yang terpaksa menghentikan laju kendaraan mereka sambil menunggu proses evakuasi material tanah selesai dilakukan.
Salah seorang pengguna jalan bernama Asep Hikmat menceritakan bahwa dirinya sempat terjebak di tengah kemacetan panjang akibat longsoran tersebut. Ia mengaku tidak memiliki jalur alternatif lain sehingga harus menunggu petugas membuka kembali akses jalan.
"Situasi di lokasi sempat membuat para pelaju cemas karena kondisi cuaca di sekitar area perbukitan masih diselimuti mendung tebal," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, pada Selasa (16/6/2026).
Dalam hal ini guna mengatasi penyumbatan jalur, petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Barat bersama warga sekitar langsung bergerak cepat.
Mereka bergotong-royong membersihkan bongkahan tanah dan batu menggunakan alat seadanya agar jalan bisa segera dilalui kembali. Bersamaan dengan itu, sejumlah personel kepolisian juga dikerahkan ke lokasi untuk mengatur lalu lintas.
Sementara itu Kapolsek Cibeber Kompol Tio membenarkan adanya peristiwa tanah longsor yang sempat memutus urat nadi perekonomian warga tersebut.
Pihaknya langsung menerapkan sistem buka-tutup arus kendaraan setelah sebagian material longsor berhasil disingkirkan secara manual guna mengurai penumpukan volume kendaraan.
"Langkah darurat ini diambil agar mobilitas warga dari kedua arah tidak tersendat terlalu lama," tuturnya.
Lebih lanjut pihak berwajib juga mengingatkan para pengendara mengenai potensi bahaya susulan di sepanjang jalur provinsi menuju Cianjur Selatan.
Wilayah ini dikenal memiliki topografi berupa perbukitan curam dengan karakteristik tanah yang sangat labil dan rawan bergerak saat musim hujan.
"Kini sudah bisa dilalui. Oleh sebab itu masyarakat yang melintas di kawasan tersebut diminta untuk selalu meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan berkendara," tandasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?