Sukses Kawal Investasi Strategis, Almer Faiq Rusydi Dorong Realisasi PSEL Legok Nangka
Almer Faiq Rusydi memainkan peran strategis dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus memastikan iklim investasi di Jawa Barat tetap kondusif, aman, dan berkelanjutan.
Langkah besar menuju masa depan energi bersih dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Jawa Barat resmi dimulai. Di tengah lanskap Nagreg, dibangun Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka.
Hal ini menjadi panggung bersejarah bagi dimulainya pembangunan infrastruktur Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), ditandai dengan prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama, Rabu (29/7/2026).
Momentum strategis ini tidak hanya menandai dimulainya proyek berskala nasional, tetapi juga menjadi simbol kuat komitmen Indonesia dalam mendorong investasi hijau berbasis teknologi tinggi.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jajaran kementerian dan lembaga, perwakilan negara sahabat seperti Jepang, Belanda, dan Jerman, hingga lembaga donor internasional seperti JICA, IFC, ADB, dan World Bank.
Di tengah deretan tokoh penting tersebut, kehadiran Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, menjadi sorotan.
Ia dinilai memainkan peran strategis dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus memastikan iklim investasi di Jawa Barat tetap kondusif, aman, dan berkelanjutan.
PSEL Legok Nangka bukan sekadar proyek pengolahan sampah, melainkan tonggak penting transformasi energi di Jawa Barat.
Fasilitas ini dirancang untuk mengolah limbah menjadi energi listrik melalui teknologi modern yang ramah lingkungan, sekaligus menjadi solusi jangka panjang atas persoalan sampah di kawasan Bandung Raya.
Di bawah kepemimpinan Almer Faiq Rusydi, Kadin Jawa Barat aktif membangun jembatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
Kolaborasi ini melibatkan badan usaha pelaksana, termasuk Sumitomo Corporation, sebagai bagian dari konsorsium global yang menggarap proyek tersebut.
"Realisasi peletakan batu pertama PSEL Legok Nangka hari ini adalah bukti konkret bahwa Jawa Barat adalah rumah yang aman, ramah, dan sangat potensial bagi investasi skala global. Kadin Jawa Barat berkomitmen penuh untuk terus mengawal setiap tahap investasi strategis, mulai dari perencanaan hingga implementasi di lapangan," ujar Almer.
Pengembangan fasilitas Waste to Energy ini juga mendapat dukungan kuat dari skema penjaminan infrastruktur nasional serta keterlibatan berbagai lembaga keuangan dunia. Hal ini memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu destinasi utama investasi hijau di Indonesia.
Kadin Jawa Barat menilai, keberhasilan dimulainya proyek ini menjadi sinyal positif bagi investor global. Kepastian hukum, kemudahan berusaha, serta pengawalan proyek secara konsisten menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan para penanam modal.
Lebih dari itu, pembangunan PSEL Legok Nangka diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Selain menghasilkan energi bersih, proyek ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja, meningkatkan keterlibatan pelaku usaha lokal, serta menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat Jawa Barat.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Jawa Barat semakin menegaskan diri sebagai pusat investasi berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan masa depan energi nasional. (*)
Apa Reaksi Anda?