SMA Islam NU Pujon Khatamkan "Kitab Risalah Siyam" Selama Ramadan

Suasana Ramadhan di SMA Islam NU Pujon,Malang tahun ini terasa lebih bermakna. Ratusan siswa telah mengkhatamkan kajian Kitab Risalah Siyam dalam rangkaian kegiatan Pondok Ramadan yang digelar sekolah

Maret 2, 2026 - 10:30
SMA Islam NU Pujon Khatamkan "Kitab Risalah Siyam" Selama Ramadan

MALANG Suasana Ramadhan di SMA Islam NU Pujon,Malang tahun ini terasa lebih bermakna. Ratusan siswa telah mengkhatamkan kajian Kitab Risalah Siyam dalam rangkaian kegiatan Pondok Ramadan yang digelar sekolah. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam memperkuat fondasi keilmuan dan spiritualitas peserta didik.

Kajian kitab tersebut diasuh langsung oleh KH. Ali Wafa, seorang ulama kharismatik di wilayah Kecamatan Pujon. Selain dikenal sebagai pendakwah yang aktif membina umat, beliau juga menjabat sebagai Ketua DMI Kecamatan Pujon, MUI serta Mustasyar MWC NU Kecamatan Pujon. Pengalaman keilmuannya ditempa saat menimba ilmu di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang dan Pondok Pesantren Darussalam Sumbersari Pare.

Dalam penyampaiannya, KH. Ali Wafa menjelaskan berbagai aspek fikih puasa, mulai dari rukun, syarat, hal-hal yang membatalkan puasa, hingga hikmah spiritual di balik ibadah Ramadhan. Menurutnya, pemahaman yang benar tentang puasa sangat penting agar ibadah tidak sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi juga membentuk karakter dan kedisiplinan diri.

“Anak-anak sangat merespon baik dalam kajian Risalah Siyam ini. Mereka aktif bertanya dan antusias mengikuti setiap pembahasan. Ini menjadi tambahan wawasan keislaman yang penting bagi mereka,” ungkap KH. Ali Wafa.

Kegiatan kajian berlangsung intensif selama bulan Ramadhan dengan metode pembacaan teks, pemaknaan, serta penjelasan kontekstual agar mudah dipahami generasi muda. Interaksi dua arah antara kyai dan siswa menciptakan suasana belajar yang hidup dan penuh semangat.

Waka Kesiswaan SMA Islam NU Pujon, Achmad Bukhori, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin sekolah setiap bulan Ramadhan. Kegiatan di awali dengan Baca Yasin, Tahlil, shalat dhuqa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan Kajian Kitab Risalah Syiam. Menurutnya, Pondok Ramadan dirancang bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum pembinaan karakter religius siswa.

“Pondok Ramadan ini merupakan bagian dari program sekolah pada setiap bulan Ramadan untuk menambah keilmuan siswa,” kata Achmad Bukhori.

Ia menambahkan, melalui kajian kitab klasik seperti Risalah Siyam, siswa dilatih untuk mengenal tradisi keilmuan pesantren sekaligus memperkuat pemahaman fikih secara sistematis. Hal ini selaras dengan visi sekolah yang mengintegrasikan pendidikan umum dan nilai-nilai keislaman dalam satu kesatuan pembelajaran.

Bagi para siswa, keberhasilan mengkhatamkan kitab menjadi kebanggaan tersendiri. Selain memperoleh pemahaman teoritis, mereka juga merasakan dampak spiritual yang lebih mendalam dalam menjalankan ibadah puasa. Beberapa siswa mengaku kini lebih berhati-hati dalam menjaga amalan dan lebih memahami makna kesabaran, kejujuran, serta pengendalian diri selama Ramadhan.

Kegiatan ini juga mempererat hubungan antara sekolah dan ulama setempat, sekaligus memperkuat sinergi pendidikan formal dengan tradisi pesantren yang telah lama mengakar di Pujon. Dengan bimbingan ulama berpengalaman seperti KH. Ali Wafa, nilai-nilai keilmuan Islam dapat ditransmisikan secara otentik dan kontekstual kepada generasi muda.

Momentum khataman Risalah Siyam ini menjadi simbol bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi juga bulan peningkatan ilmu dan pembentukan karakter. SMA Islam NU Pujon menunjukkan bahwa pendidikan yang memadukan intelektualitas dan spiritualitas akan melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow