Simpan Data Jemaah, Gelang Jemaah Haji Tahan Karat dan Tahan Api

Gelang haji Indonesia terbuat dari material monel stainless steel Jepang yang tahan api dan antikarat. Intip proses produksinya di Embarkasi Surabaya.

April 23, 2026 - 16:02
Simpan Data Jemaah, Gelang Jemaah Haji Tahan Karat dan Tahan Api

SURABAYA - Gelang haji merupakan identitas wajib yang harus selalu dikenakan oleh setiap jemaah haji Indonesia selama menjalani prosesi ibadah di Tanah Suci. Bukan sekadar aksesori, gelang ini menjadi instrumen penting bagi keselamatan jemaah.

Gelang tersebut menyimpan data identitas lengkap, meliputi nama jemaah, nomor paspor, nomor kloter, asal embarkasi, hingga tahun keberangkatan. Sebagai identitas bangsa, gelang ini juga dilengkapi simbol Merah Putih dan tulisan "Jemaah Haji Indonesia".

Data yang tercantum berfungsi vital sebagai alat identifikasi apabila jemaah tersesat, mengalami kondisi darurat medis, atau terpisah dari rombongan di tengah kerumunan massa.

Material Khusus dari Jepang

gelang haji

Tak banyak yang mengetahui bahwa gelang haji ini dirancang khusus menggunakan bahan monel stainless steel asal Jepang. Material ini dipilih karena sifatnya yang tahan api dan tahan karat meskipun sering terkena air. Uniknya, material ini diklaim akan semakin mengkilap jika sering terkena air.

Setiap gelang didesain dengan sejumlah lubang pengait untuk menyesuaikan ukuran pergelangan tangan, sehingga jemaah dapat mengaturnya sendiri sesuai kenyamanan.

Proses Produksi Kilat di Embarkasi

Proses pembuatan gelang haji ini rupanya dilakukan secara cepat di setiap Asrama Haji Embarkasi. Di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, produksi dikelola oleh perajin asal Jepara dengan melibatkan sembilan tenaga kerja.

Dalam satu hari, para perajin memproduksi gelang sesuai kuota jemaah per kelompok terbang (kloter). Produksi dilakukan pada H-2 sebelum kedatangan jemaah di Asrama Haji dan diserahkan saat proses administrasi kedatangan.

Kecepatan produksi ini cukup impresif; untuk setiap 100 unit gelang, hanya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Rata-rata per hari, para perajin mampu memproduksi 900 hingga 1.520 unit gelang selama musim haji, sesuai kebutuhan kloter. Meski dikerjakan di lokasi dalam waktu singkat, proses produksi tetap mengedepankan ketelitian dan presisi.

"Setelah pembuatan nama, nomor paspor, dan nomor kloter, data tersebut dicetak pada gelang. Proses kedua adalah pencucian, kemudian dirapikan, dan terakhir pengemasan," ungkap Muhammad Ifan, koordinator perajin, Kamis (23/4/2026).

Operasional produksi gelang haji ini akan terus berlangsung hingga pemberangkatan kloter terakhir ke Tanah Suci. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow