Siapkan Generasi Penggerak Mekanisasi Pertanian, Polbangtan Malang Gelar Bimtek Alsintan

Mekanisasi pertanian menjadi salah satu strategi utama Kementerian Pertanian dalam mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan percepatan swasembada pangan nasional.

Juli 7, 2026 - 09:53
Siapkan Generasi Penggerak Mekanisasi Pertanian, Polbangtan Malang Gelar Bimtek Alsintan

MALANG - Mekanisasi pertanian menjadi salah satu strategi utama Kementerian Pertanian dalam mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan percepatan swasembada pangan nasional. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa mekanisasi merupakan kunci transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern dan berdaya saing. 

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam pembangunan pertanian. "Kita harus mengubah mindset, mengubah pertanian yang tadinya konvensional menjadi pertanian modern. Ini adalah suatu keharusan," tegasnya.

Sebagai implementasi kebijakan tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Budidaya bagi 28 mahasiswa Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) tingkat I dan II.

Kegiatan yang berlangsung pada 4–6 Juli 2026 di Kampus I Polbangtan Malang ini menghadirkan asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Kementerian Pertanian, Agus Warjito, sebagai narasumber sekaligus pendamping teknis guna memastikan peserta memperoleh kompetensi sesuai standar industri.

 

Bimtek-alsintan
Suasana Bimtek Alsintan yang digelar Polbangtan Malang. (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)

Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik lapangan mengenai pengenalan, pengoperasian, serta prosedur penggunaan alsintan budidaya yang benar, aman, dan efisien. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga mampu mengoperasikan alsintan secara profesional sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun mendampingi petani dalam penerapan mekanisasi pertanian.

Kepala Divisi Alsintan Polbangtan Malang, Arie N. B. B. Satrio Nugroho, mengatakan bahwa bimbingan teknis ini merupakan bagian dari strategi kampus dalam mencetak lulusan vokasi yang unggul, kompeten, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian. "Harapannya, setelah mengikuti bimbingan teknis ini mahasiswa semakin kompeten dalam mengoperasikan alsintan serta siap berkontribusi mendukung berbagai program strategis Kementerian Pertanian, khususnya dalam percepatan mekanisasi pertanian," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polbangtan Malang terus mempertegas komitmennya sebagai institusi pendidikan vokasi Kementerian Pertanian dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang profesional, berdaya saing, dan siap menjawab tantangan pertanian modern. Penguatan kompetensi mekanisasi sejak di bangku kuliah diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang menjadi motor penggerak transformasi pertanian Indonesia, sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow