Serunya Belajar Traktor dan Mesin Tanam! 125 Siswa SMKN 1 Malang Praktik Langsung di Polbangtan
Suara mesin traktor dan antusiasme siswa mewarnai Teaching Factory (TEFA) Divisi Alsintan Politeknik Pembangunan Pertanian Malang selama dua hari terakhir.
MALANG - Suara mesin traktor dan antusiasme siswa mewarnai Teaching Factory (TEFA) Divisi Alsintan Politeknik Pembangunan Pertanian Malang selama dua hari terakhir. Sebanyak 125 siswa kelas X dan XI Jurusan Agribisnis Tanaman SMK Negeri 1 Malang mendapat kesempatan langka untuk belajar langsung mengoperasikan alat dan mesin pertanian modern.
Pelatihan yang berlangsung pada 20–21 Mei 2026 ini menjadi pengalaman baru bagi para siswa. Tidak hanya belajar di dalam kelas, mereka turun langsung ke lapangan mencoba berbagai alsintan modern yang kini banyak digunakan dalam dunia pertanian.
Pada sesi pengolahan tanah, para siswa diajarkan cara mengoperasikan traktor roda dua, traktor roda empat, hingga cultivator. Sementara pada materi alat tanam, mereka mencoba langsung transplanter atau alat tanam padi Indo Jarwo yang mampu mempercepat proses tanam dan membuat pekerjaan petani lebih efisien.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para siswa tampak antusias saat mendapat giliran mengendalikan traktor maupun mencoba alat tanam modern di bawah pendampingan instruktur TEFA Polbangtan Malang.
Ketua Divisi Alsintan Polbangtan Malang, Arie Nugroho, mengatakan pelatihan ini dirancang agar siswa memiliki keterampilan nyata yang bisa menjadi bekal di dunia kerja maupun usaha pertanian modern.
“Dengan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa-siswa tersebut dan juga melengkapi kompetensi yang telah diberikan di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Keahlian Agribisnis Tanaman SMK Negeri 1 Malang, Arif Rahman, mengaku para siswa mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan pembelajaran di kelas.
“Polbangtan dapat memberikan pengalaman belajar yang otentik pada siswa kami tentang pengoperasian alsintan. Kami merasa beruntung karena seluruh siswa mendapat kesempatan mencoba berbagai alat pertanian. Para instruktur juga memberikan pendampingan secara intensif dan edukatif selama pelatihan,” katanya.
Menurutnya, pengalaman praktik langsung tersebut mampu menumbuhkan semangat dan ketertarikan siswa terhadap dunia pertanian modern.
“Pengalaman belajar ini mampu menumbuhkan motivasi bagi siswa kami untuk lebih mendalami dan menekuni bidang pertanian,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, Polbangtan Malang tidak hanya mengenalkan teknologi pertanian modern kepada generasi muda, tetapi juga menunjukkan bahwa dunia pertanian kini semakin maju, modern, dan penuh peluang. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mencetak SDM pertanian muda yang siap mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional. (*)
Apa Reaksi Anda?