Serangan Israel Tewaskan Tiga Jurnalis di Gaza dan Lebanon

Serangan Israel di Gaza dan Lebanon menewaskan tiga jurnalis, memicu kecaman dan sorotan terhadap perlindungan pekerja media di zona konflik.

April 9, 2026 - 08:31
Serangan Israel Tewaskan Tiga Jurnalis di Gaza dan Lebanon

JAKARTA - Di tengah klaim gencatan senjata yang masih berlaku, ancaman terhadap jurnalis di zona konflik kembali menjadi sorotan. Serangan militer Israel pada Rabu (9/4/2026) dilaporkan menewaskan seorang koresponden Al Jazeera di Gaza, serta dua jurnalis di Lebanon. Insiden ini memperpanjang daftar panjang korban dari kalangan pekerja media sejak konflik memuncak pada Oktober 2023.

Korban di Gaza diidentifikasi sebagai Mohammed Wishah, koresponden Al Jazeera Mubasher yang tewas akibat serangan drone di wilayah barat Kota Gaza. Serangan tersebut menghantam kendaraan yang ia tumpangi di Jalan al-Rashid, jalur utama pesisir yang kerap digunakan warga sipil.

Pihak militer Israel melalui juru bicara berbahasa Arab, Avichay Adraee, menyatakan bahwa Wishah merupakan anggota kelompok Hamas. Klaim ini didasarkan pada unggahan lama yang menyebutnya sebagai bagian dari sayap militer organisasi tersebut. Namun, tuduhan tersebut belum diverifikasi secara independen.

Eskalasi di Tengah Gencatan Senjata

Kematian Wishah terjadi di tengah situasi yang disebut-sebut sebagai masa “gencatan senjata”, yang dimediasi Amerika Serikat sejak Oktober 2025. Namun, realitas di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh dari stabil.

Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat sedikitnya 2.000 pelanggaran terjadi sejak kesepakatan itu berlaku. Bahkan, serangan terbaru ini mempertegas bahwa risiko terhadap warga sipil, termasuk jurnalis, masih sangat tinggi.

“Fakta bahwa ia diserang di jalan utama menunjukkan situasi semakin memburuk,” ungkap jurnalis Al Jazeera di Gaza dalam laporannya, menyoroti bahwa wilayah sipil pun tak lagi aman.

Jurnalis Jadi Target?

Dalam pernyataan resminya, Al Jazeera mengecam keras insiden tersebut. Mereka menilai pembunuhan Wishah sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan bagian dari pola sistematis yang menargetkan jurnalis.

Sejak konflik Gaza meletus pada Oktober 2023, sedikitnya 262 jurnalis dilaporkan tewas akibat serangan Israel, menurut data otoritas setempat. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam konflik modern, memunculkan kekhawatiran global terhadap kebebasan pers dan keselamatan pekerja media.

Korban di Lebanon

Di Lebanon, eskalasi serangan Israel yang menargetkan kelompok Hezbollah juga memakan korban dari kalangan jurnalis. Dua pekerja media yang tewas adalah Ghada Dayekh dan Suzan Khalil.

Keduanya dikenal aktif dalam dunia penyiaran lokal, dan kematian mereka menambah daftar korban sipil dalam konflik lintas batas yang kian meluas.

Tekanan Internasional Menguat

Kantor Media Pemerintah Gaza mendesak komunitas internasional, termasuk organisasi seperti Federasi Jurnalis Internasional, untuk mengambil langkah konkret. Mereka menuntut adanya investigasi independen serta perlindungan nyata bagi jurnalis yang bekerja di wilayah konflik.

Selain itu, desakan untuk membawa kasus-kasus ini ke pengadilan internasional juga semakin menguat, seiring meningkatnya jumlah korban sipil. Data terbaru menyebut lebih dari 72.000 orang tewas dan 171.000 lainnya luka-luka di Gaza sejak konflik pecah. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow