Aksi Solidaritas Mahasiswa di Cianjur Desak Penuntasan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Mahasiswa Cianjur gelar aksi damai desak pengusutan tuntas kasus kekerasan aktivis KontraS, tuntut keadilan dan perlindungan warga sipil.

April 9, 2026 - 08:31
Aksi Solidaritas Mahasiswa di Cianjur Desak Penuntasan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

CIANJUR - Gelombang solidaritas mahasiswa muncul di pusat Kota Cianjur sebagai respons atas kekerasan yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Cianjur menggelar aksi damai di Bundaran Tugu Lampu Gentur, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Aksi yang berjalan tertib dan dimulai sejak siang ini menjadi panggung bagi mahasiswa untuk menyuarakan keresahan terhadap perlindungan warga sipil di Indonesia.

Dalam momen aksi tersebut, massa membawa beberapa tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

Mereka mendesak segera dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) guna mengusut tuntas pelaku lapangan maupun aktor intelektual di balik penyiraman air keras tersebut.

Koordinator BEM PTNU Cianjur, Fauzi Rohmat, menyampaikan bahwa peristiwa yang menimpa Andrie Yunus bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan demokrasi.

Menurut pandangannya, jika kekerasan terhadap aktivis dibiarkan tanpa penanganan serius, maka ruang kebebasan berekspresi bagi masyarakat sipil akan semakin menyempit.

"Negara harus hadir memberikan jaminan keamanan bagi setiap warga yang menyuarakan kebenaran," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, pada Kamis (9/4/2026).

Selain mendesak penangkapan pelaku, mahasiswa juga mendorong agar kasus ini diselesaikan melalui mekanisme peradilan umum secara terbuka.

Hal ini merujuk pada amanat undang-undang yang menekankan transparansi hukum bagi seluruh warga negara tanpa kecuali.

"Kami mahasiswa menilai keterbukaan proses hukum menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi keamanan," tuturnya.

Sementara itu, Sahrul Ramdhan selaku koordinator lapangan menegaskan bahwa gerakan ini murni merupakan perjuangan moral mahasiswa Cianjur.

Meskipun membawa isu nasional, mereka merasa perlu bersuara dari daerah untuk menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kemanusiaan tidak dibatasi oleh sekat geografis.

"Aksi yang dilakukan ini diharapkan mampu menjadi dorongan kuat bagi otoritas terkait agar keadilan bagi Andrie Yunus segera terwujud," tandasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow