Prediksi Dampak El Nino, Bupati Bantul: Kemarau Lebih Kering Mulai Juni 2026

Bupati Abdul Halim Muslih mengingatkan adanya potensi kemarau lebih kering dari biasanya akibat fenomena El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat.

April 15, 2026 - 09:22
Prediksi Dampak El Nino, Bupati Bantul: Kemarau Lebih Kering Mulai Juni 2026

BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul (Pemkab Bantul) menerbitkan Surat Edaran Nomor B/100.3.4/00571 tentang Antisipasi Dampak Kemarau (Fenomena El Nino).

Ini merupakan langkah menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering dan mulai terjadi pada Juni 2026 mendatang.

Edaran tersebut ditandatangani Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, sebagai tindak lanjut prakiraan dari BMKG Stasiun Klimatologi DIY.

Dalam edaran itu, Abdul Halim Muslih  mengingatkan adanya potensi kemarau lebih kering dari biasanya akibat fenomena El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat yang diperkirakan mulai Juni 2026.

Abdul Halim Muslih, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi kondisi tersebut. 

“Kami mengimbau seluruh instansi, komunitas, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah mitigasi sejak dini, mengingat kemarau tahun 2026 diprediksi lebih kering dan berpotensi menimbulkan dampak di berbagai sektor,” ujarnya dalam edaran tersebut.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai perubahan cuaca ekstrem pada masa pancaroba, seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Upaya mitigasi yang dianjurkan meliputi pembersihan saluran air, pemangkasan pohon rawan tumbang, serta memastikan kekuatan bangunan guna meminimalkan risiko bencana.

Di sektor kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi penyakit akibat kemarau, seperti dehidrasi, diare, demam berdarah, hingga gangguan pernapasan.

Rumah sakit, puskesmas, dan layanan darurat juga diwajibkan menyiagakan tim reaksi cepat beserta peralatan medis.

Pada sektor pertanian, petani diimbau menyesuaikan pola tanam, menggunakan varietas tahan kekeringan, serta menerapkan sistem irigasi hemat air guna mencegah gagal panen.

Sementara di sektor perikanan, pembudidaya diminta menjaga kualitas air dan kesehatan ikan, sedangkan nelayan diimbau memperhatikan prakiraan cuaca dan gelombang sebelum melaut.

Halim juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat diperlukan, serta mencukupi asupan cairan guna mencegah dehidrasi.

Dalam kondisi darurat, masyarakat diminta segera menghubungi layanan panggilan darurat 112 Kabupaten Bantul. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow