Lima Peneliti Italia Tewas Saat Menyelam di Gua Atol Vaavu Maladewa

Lima warga negara Italia dinyatakan meninggal setelah melakukan ekspedisi menyelam sejak Kamis pagi dan tidak pernah muncul kembali ke permukaan saat menjelajahi gua atol Vaavu, dekat Alimatha, Malade

Mei 16, 2026 - 10:01
Lima Peneliti Italia Tewas Saat Menyelam di Gua Atol Vaavu Maladewa

JAKARTA - Lima warga negara Italia dinyatakan meninggal setelah melakukan ekspedisi menyelam sejak Kamis pagi dan tidak pernah muncul kembali ke permukaan saat menjelajahi gua atol Vaavu, dekat Alimatha, Maladewa, salah satu tempat menyelam paling populer di atol tersebut.

Menteri Pariwisata dan Penerbangan Sipil Maladewa, Mohamed Ameen, mengatakan dalam sebuah unggahan di X,  bahwa musibah itu terjadi saat mereka menyelam, mencoba menjelajahi gua-gua yang membentang hingga kedalaman sekitar 60 meter.

Angkatan Pertahanan Nasional Maladewa mengatakan pesawat dan perahu cepat yang dikerahkan  baru menemukan satu jenazah di dalam gua, yakni atas nama Gianluca Benedetti dari Padua.

Empat penyelam lainnya yang belum ditemukan adalah Monica Montefalcone (51) dan putrinya Giorgia Sommacal (22), Muriel Oddenino seorang peneliti di Universitas Genoa asalTurin, dan Federico Gualtieri dari Omegna. 

Monica Montefalcone adalah ahli biologi kelautan yang dihormati, tokoh televisi, dan profesor Ekologi Kelautan Tropis dan Ilmu Bawah Air di Universitas Genoa.

Carlo Sommacal, suami Montefalcone yang juga ayah Giorgia sangat terpukul, dan ia bersikeras bahwa istrinya termasuk penyelam terbaik di dunia, dan mengatakan bahwa istrinya tidak akan membahayakan siapa pun dalam kelompok tersebut.

"Dia tidak mungkin membahayakan nyawa putri kami atau orang lain... pasti ada sesuatu yang terjadi di sana," kata Carlo Sommacal.

"Mungkin salah satu dari mereka mengalami masalah, mungkin tabung oksigennya, saya tidak tahu," tambahnya.

Keputusan untuk melakukan ekspedisi penyelaman di gua laut menjelajahi atol Vaavu tersebut telah dipertanyakan oleh para ahli, dengan tiga elemen kunci yang diangkat:

Pertama, peringatan cuaca telah dikeluarkan. Angin kencang dapat menimbulkan gelombang yang kemudian dapat menerbangkan pasir dan kotoran, sehingga mengurangi jarak pandang.

Kedua, wisatawan tidak diperbolehkan menyelam di bawah kedalaman 30 meter. Gua tersebut berada sekitar 60 meter di bawah permukaan.

Dan terakhir, gua itu sendiri terkenal sulit dijangkau. Juru bicara pemerintah Maladewa, Mohamed Hussain Shareef, mengatakan bahwa gua tersebut 'sangat dalam sehingga bahkan penyelam dengan peralatan terbaik pun tidak berani mendekatinya'.

"Akan ada penyelidikan terpisah tentang bagaimana para penyelam ini menyelam di bawah kedalaman yang diizinkan, tetapi fokus kami saat ini adalah pada pencarian dan penyelamatan," tambahnya.

Kelompok tersebut menaiki kapal pesiar 'mewah' Duke of York, sebuah kapal selam wisata yang dioperasikan oleh pihak asing.

Kelima penyelam tersebut diyakini sedang menjelajahi gua-gua pada kedalaman 164 kaki ketika mereka hilang .

"Cuaca tidak ideal untuk menyelam, dan kita menghadapi laut yang sangat bergelombang. Kami telah mengerahkan kapal Penjaga Pantai terbesar kami ke daerah tersebut, dan para diplomat Italia juga berada di lokasi," tambah Shareef.

Pihak berwenang Maladewa telah melancarkan operasi penyelamatan besar-besaran setelah insiden pada hari Kamis, mengerahkan perahu, pesawat terbang, dan tim penyelam untuk mencari di area tersebut.

Tim penyelamat baru menemukan satu jenazah dari kedalaman sekitar 200 kaki di bawah permukaan pada hari Kamis, dan putaran pertama pencarian gagal menemukan empat penyelam lainnya, yang diduga berada di dalam gua yang sama.

Menurut laporan, jenazah pertama yang ditemukan kemarin di Maladewa setelah penyelaman tragis yang dilakukan oleh penyelam Italia itu adalah Gianluca Benedetti. 

Tim pencari sempat melakukan penyelaman kedua pada hari Jumat, namun tidak membuahkan hasil. 

Duta Besar Italia untuk Sri Lanka, Damiano Francovigh, mengatakan kepada stasiun televisi SkyTg24, bahwa Penjaga Pantai Maladewa melakukan penyelaman, dan memasuki gua itu yang menurut mereka memiliki kedalaman 62 meter.

Francovigh yang juga bertanggung jawab atas Maladewa dan telah terbang ke ibu kotanya, Male, menambahkan, bahwa ini adalah penyelaman yang sangat kompleks karena gua tersebut terbagi menjadi tiga segmen terpisah yang saling terhubung.

Pada kesempatan ini, para penyelam Maladewa hanya mampu memasuki dua lubang pertama, kemudian harus naik ke permukaan untuk memberi waktu dekompresi, dan hingga kini belum dapat menemukan jasad para penyelam Italia lainnya.

Mereka berencana untuk melakukan penyelaman lagi Sabtu (16/5/2026) hari ini di gua atol Vaavu, dekat Alimatha, Maladewa salah satu tempat menyelam paling populer di atol tersebut untuk mencari empat korban lainnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow