Festival Kampung Ramadan di Karanganyar Jateng Ramai, Dorong UMKM Naik Kelas
Festival Kampung Ramadan Colomadu hadirkan 80 stan UMKM, jadi magnet takjil dan pusat perputaran ekonomi lokal, dorong UMKM naik kelas lewat penataan bazar dan digitalisasi.
KARANGANYAR Kawasan depan Kantor Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng) dipadati puluhan pelaku usaha dan pengunjung dalam gelaran Festival Kampung Ramadan.
Kegiatan ini menghadirkan 80 stan UMKM yang menyajikan aneka jajanan tradisional hingga minuman segar, sekaligus menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
Festival yang digelar di lingkungan Kecamatan Colomadu tersebut menjadi magnet bagi warga sekitar. Selain berburu takjil, pengunjung juga memanfaatkan momentum Ramadan untuk mendukung produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Camat Colomadu, Sriono Budi Santoso, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa penyelenggaraan Festival Kampung Ramadan di wilayahnya diharapkan mampu menghadirkan keberkahan ekonomi sekaligus menjadi ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Puluhan pelaku UMKM ikut meramaikan Festival Kampung Ramadan. (FOTO: Anugrah Dany/TIMES Indonesia)
Menurutnya, momentum Ramadan bukan hanya memperkuat nilai spiritual masyarakat, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan melalui aktivitas ekonomi berbasis kerakyatan.
“Kampung Ramadan dapat menghadirkan keberkahan ekonomi agar UMKM bisa tumbuh dan naik kelas,” kata Sriono, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadan berpotensi mendorong perputaran uang yang berdampak langsung pada pendapatan pelaku usaha lokal.
Oleh karena itu, pemerintah kecamatan mendorong pengelolaan kegiatan secara inklusif agar manfaat ekonomi dirasakan lebih luas.
“Perputaran uang di sektor konsumsi diharapkan mampu menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat secara luas. Momentum spiritual ini harus berjalan selaras dengan upaya penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengelolaan yang inklusif,” jelasnya.
Sriono juga menegaskan komitmen pemerintah kecamatan untuk terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, mulai dari penguatan kapasitas usaha hingga peningkatan daya saing produk.
“Kami berkomitmen mendampingi pelaku usaha agar memiliki daya saing dan mampu berkembang secara berkelanjutan,” tegasnya.
Koordinator Festival Kampung Ramadan, Welly Subejo, menegaskan pentingnya penataan lokasi berjualan, peningkatan kualitas produk, serta dukungan fasilitas yang memadai untuk memperkuat keberlanjutan pelaku UMKM.
Upaya tersebut dinilai krusial agar pelaku usaha tidak hanya meraih keuntungan jangka pendek selama Ramadan, tetapi juga mampu berkembang dalam jangka panjang.
Menurut pria yang akrab disapa Pak Bejo ini, penyelenggaraan Festival Kampung Ramadan di Colomadu dirancang sebagai ruang ekonomi produktif sekaligus wadah penguatan kapasitas usaha masyarakat.
“Penataan lokasi berjualan, peningkatan kualitas produk, serta dukungan fasilitas yang memadai menjadi faktor penting agar UMKM bisa berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan konsep bazar dilakukan melalui pengelompokan jenis produk, pengaturan alur pengunjung, serta penyediaan sarana pendukung yang lebih representatif.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mendorong transaksi yang lebih optimal.(*)
Selain itu, Welly menekankan pentingnya digitalisasi sebagai strategi memperluas pasar UMKM. Pemanfaatan platform digital, promosi daring, hingga sistem pembayaran non-tunai diyakini dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal di tengah persaingan ekonomi yang semakin dinamis.
“Dengan penataan yang tepat, penguatan konsep bazar, serta dorongan digitalisasi, Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan UMKM di wilayah Colomadu,” tegasnya.
Festival Kampung Ramadan tidak hanya menghadirkan ragam kuliner dan produk lokal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui sinergi antara pelaku usaha, penyelenggara, dan dukungan fasilitas yang memadai, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh dan berkelanjutan.(*)
Apa Reaksi Anda?