Wabup Mujiono: Pusat Batik Banyuwangi adalah Simbol Komitmen Pelestarian Budaya
Pusat Batik Banyuwangi resmi dibuka, jadi pusat wastra lokal dan wadah kreativitas perajin sekaligus dorong pelestarian budaya dan ekonomi daerah.
BANYUWANGI - Identitas budaya Banyuwangi kini memiliki ‘rumah’ baru yang megah. Berdiri kokoh di jantung kota, Pusat Batik Banyuwangi resmi menjadi episentrum bagi para pecinta wastra lokal untuk mendapatkan kain otentik sekaligus menjadi panggung bagi kreativitas perajin Bumi Blambangan.
Berlokasi strategis di Jalan Ahmad Yani No. 263, tepat di hadapan Kantor Pemkab Banyuwangi, gedung ini hadir sebagai jawaban atas kerinduan masyarakat akan akses batik berkualitas.
Di sini, pengunjung disambut berbagai macam kain hingga produk fesyen siap pakai dengan motif-motif ikonik yang sarat filosofi, mulai dari Gadjah Oling, Kangkung Setingkes, Paras Gempal, hingga Kopi Pecah.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono mengatakan, kehadiran gedung ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong kesejahteraan perajin.
“Gedung Pusat Batik ini bukan sekadar bangunan, melainkan simbol komitmen dalam melestarikan budaya dan memperkuat identitas daerah, sekaligus membuka jalan bagi kesejahteraan para perajin batik lokal,” ujar Mujiono, Selasa(14/4/2026).
Selama lebih dari satu dekade, Pemkab Banyuwangi terus mendorong pengembangan batik lokal melalui berbagai program. Mulai dari workshop dan pelatihan dengan kurator nasional, fasilitasi keikutsertaan dalam ajang fesyen, hingga dukungan pemasaran digital dan akses permodalan.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Kini, ekosistem batik Banyuwangi semakin berkembang dengan hadirnya banyak perajin, desainer, serta pasar yang semakin luas. Bahkan, batik juga telah masuk ke dalam pendidikan vokasi di daerah.
“Terima kasih kepada seluruh perajin batik Banyuwangi yang telah bersama-sama memajukan batik lokal menjadi identitas budaya yang membanggakan,” tambahnya.
Sementara itu, pengelola Pusat Batik Banyuwangi, Ratri Jawaness, menyebut galeri ini buka setiap hari pukul 08.00-21.00 WIB. Seluruh produk yang dipasarkan telah melalui proses kurasi ketat untuk memastikan kualitas dan nilai filosofinya.
“Semua batik yang masuk telah dikurasi agar benar-benar mencerminkan budaya Banyuwangi,” ujarnya.
Untuk memperluas pemasaran, pihaknya juga memanfaatkan berbagai platform digital, termasuk melalui situs resmi.
Selain galeri, Pusat Batik Banyuwangi juga dilengkapi co-working space yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi dan kegiatan kreatif bagi pelaku industri lokal. (*)
Apa Reaksi Anda?