Aktivitas Gunung Semeru Didominasi Gempa Erupsi, Status Masih Siaga Level III

Aktivitas Gunung Semeru masih didominasi gempa erupsi. Dalam enam jam tercatat 19 gempa letusan dan status gunung tetap Level III (Siaga).

Juli 23, 2026 - 12:01
Aktivitas Gunung Semeru Didominasi Gempa Erupsi, Status Masih Siaga Level III
JAKARTA -

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih didominasi gempa letusan atau erupsi dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil pemantauan, status gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berada pada Level III (Siaga).

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa pada periode pengamatan Kamis (23/7/2026) pukul 00.00–06.00 WIB, tercatat 19 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 13–22 mm.

Selain itu, terekam pula tujuh kali gempa embusan dengan amplitudo 3–6 mm, satu kali gempa harmonik dengan amplitudo 7 mm, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 18 mm.

" Aktivitas kegempaan juga tercatat Gunung Semeru mengalami satu kali harmonik dengan amplitudo 7 mm dan satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 18 mm," kata Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Kamis.

Sehari sebelumnya, yakni pada Rabu (22/7/2026) pukul 00.00–24.00 WIB, aktivitas gempa letusan juga mendominasi dengan 77 kali gempa erupsi beramplitudo 10–22 mm.

Dalam periode yang sama, tercatat pula enam kali gempa guguran, 12 kali gempa embusan, dan dua kali gempa harmonik dengan amplitudo 6–7 mm serta durasi gempa antara 49 hingga 81 detik.

Secara visual, Gunung Semeru juga mengalami dua kali erupsi pada Kamis, masing-masing pukul 00.29 WIB dan 05.48 WIB. Namun, tinggi kolom letusan tidak dapat diamati karena kondisi visual tidak mendukung.

Masyarakat Diminta Patuhi Rekomendasi

Liswanto mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selama Gunung Semeru berstatus Siaga (Level III).

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar kawasan tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terkena lontaran material pijar.

"Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang bermuara ke Besuk Kobokan," ujar Liswanto. (*)(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow