Inilah Karakteristik Akomodasi dan Alur Pembagian Akomodasi Jemaah Haji Indonesia di Madinah

Kasi Akomodasi Madinah Zaenal Muttaqin jelaskan hotel jemaah haji di Markaziyah, dekat Masjid Nabawi (50-600 m). Tidak ada mesin cuci, beda dengan Makkah. Bus shalawat tidak disediakan.

April 25, 2026 - 20:31
Inilah Karakteristik Akomodasi dan Alur Pembagian Akomodasi Jemaah Haji Indonesia di Madinah

MADINAH - Akomodasi atau hotel jemaah haji Indonesia memiliki peran penting untuk jemaah dapat beristirahat termasuk saat jemaah haji tiba di Madinah.

Akomodasi di Madinah memiliki karakteristik yang berbeda dengan Makkah, seperti lobi hotel yang tidak luas seperti lobi hotel jemaah di Makkah nanti. 

Selain itu karakter akomodasi/hotel di Madinah juga tidak memiliki musala karena lokasi hotel jemaah haji Indonesia berada di wilayah Markaziyah (wilayah yang dekat Masjid Nabawi). 

Karakter lainnya di hotel Madinah tidak disiapkan mesin cuci maupun tempat menjemur pakaian seperti di Makkah karena masa tinggalnya hanya 8-9 hari termasuk check in dan check out. 

Karakteristik lainnya hotel di Madinah adalah hotel setara bintang 3 sampai bintang 5 yang nantinya akan ditempati oleh jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah. 

Transportasi seperti bus shalawat di Makkah untuk salat 5 waktu juga tidak ada di Madinah karena hotel di Madinah yang masuk dalam wilayah Markaziyah ini jaraknya dekat dengan Masjid Nabawi sekitar 50-600 meter dari hotel. 

“Jadi markaziyah adalah wilayah utama di sekitar Masjid Nabawi. Jadi seluruh jamaah haji Indonesia untuk penempatan hotelnya atau tinggal di Madinah seluruhnya adalah di daerah markaziyah,” ucap Kasi Akomodasi Madinah, Zaenal Muttaqin di Madinah, dikutip pada Sabtu (25/4/2026). 

Zaenal menjelaskan, proses pembagian kamar jemaah haji Indonesia sudah dilakukan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tugas dan fungsi (tusi) Akomodasi di tiap-tiap sektor secara benar termasuk jumlah kamar yang diberikan sudah sesuai dengan jumlah jemaah yang tiba di Madinah. 

“Jadi ada berita acara serah terima kuncinya antara petugas akomodasi PPIH Arab Saudi daker Madinah dengan ketua rombongan (karom) masing-masing di tiap sektor. Keduanya telah menyepakati jumlah jemaah hajinya dan jumlah kamarnya,” ungkap Zaenal. 

Menurutnya, dengan pembagian tersebut seharusnya sudah tidak ada lagi kendala terkait akomodasi jemaah haji yang jumlah kamarnya kurang atau ada yang tidak mendapatkan kamar. 

Meskipun demikian, Zaenal menjelaskan pihaknya tetap akan melayani keluhan jemaah dan menindaklanjuti keluhan yang berkaitan dengan akomodasi. 

“Kami di daker Madinah ada tim krisis, kemudian juga ada tim sigap, kemudian juga jemaah bisa melapor ke WA Center, jemaah juga bisa melapor ke kawal haji, semuanya laporan jemaah nanti masuk, kemudian kami juga dari tim yang ada di daker siap langsung menindaklanjuti,” sebutnya. 

Sebagai informasi, untuk kontak WA Center jemaah haji Indonesia dapat menghubungi via whatsapp melalui +966503500017. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow