Gubernur Jateng Dorong Kontes Sapi Perah, Targetkan Kenaikan Produksi Susu

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menggagas kontes sapi perah untuk meningkatkan produksi susu dan mengurangi ketergantungan impor di tengah tingginya kebutuhan nasional.

April 25, 2026 - 20:31
Gubernur Jateng Dorong Kontes Sapi Perah, Targetkan Kenaikan Produksi Susu

WONOSOBO - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)  mulai mengarahkan fokus pengembangan peternakan ke sektor sapi perah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggagas penyelenggaraan kontes sapi perah sebagai upaya mendorong peningkatan produksi susu di tengah masih tingginya kebutuhan nasional.

Gagasan tersebut disampaikan saat menghadiri pembukaan Kontes Sapi Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Jateng Season 3 di Wonoland, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (25/4/2026).

Menurut Luthfi, selama ini kontes ternak lebih banyak berfokus pada sapi potong. Padahal, sapi perah memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya pemenuhan kebutuhan susu dalam negeri.

“Ke depan tidak hanya kontes sapi potong, tetapi juga perlu ada kontes sapi perah agar peternak terpacu menghasilkan sapi dengan produktivitas susu yang baik,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, serta sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi bersama Ahmad MuzaniGubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat pembukaan Kontes Sapi Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Jateng Season 3 di Wonoland, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (25/4/2026).

Luthfi mengungkapkan, populasi sapi di Jawa Tengah saat ini mencapai 1,38 juta ekor. Dari jumlah tersebut, sapi potong mendominasi sebanyak 1,29 juta ekor, sedangkan sapi perah sekitar 85,8 ribu ekor. Produksi daging tercatat hampir mencapai 980 ribu ton per tahun dan relatif mendekati kebutuhan nasional.

Namun, kondisi berbeda terjadi pada sektor susu. Kebutuhan susu, terutama untuk industri, masih belum terpenuhi. Ia mencontohkan salah satu perusahaan di Kabupaten Batang yang membutuhkan pasokan hingga 80 ribu liter susu per hari, tetapi belum dapat dipenuhi secara optimal.

“Jawa Tengah sudah kuat di daging, tetapi masih kekurangan di sektor susu. Ini yang harus kita dorong,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Jateng memperkuat sektor peternakan melalui sejumlah program yang masuk dalam target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026. Program tersebut meliputi penyediaan bibit unggul, pakan berkualitas, hingga peningkatan layanan kesehatan hewan.

Salah satu inovasi yang dijalankan adalah layanan kesehatan hewan keliling dengan sistem jemput bola. Program ini bertujuan memastikan kondisi ternak tetap sehat, terutama menjelang Iduladha.

“Kami ingin memastikan hewan ternak di Jawa Tengah sehat dan memenuhi standar kualitas,” kata Luthfi.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menilai peningkatan populasi sapi, baik potong maupun perah, menjadi langkah penting untuk menekan ketergantungan impor daging dan susu.

“Setiap tahun kita dorong pengurangan impor. Kuncinya ada pada peningkatan populasi dan produktivitas ternak,” ujarnya.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menambahkan, kontes sapi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pertukaran pengetahuan antarpeternak untuk meningkatkan kualitas ternak.

Menurutnya, daerah seperti Wonosobo memiliki potensi besar dalam pengembangan peternakan sapi.

“Potensi ini perlu terus didorong agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara mandiri,” katanya.

Melalui langkah ini, Pemprov Jawa Tengah menargetkan peningkatan produksi susu sekaligus memperkuat kemandirian sektor peternakan di daerah. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow