Polda Metro Tegaskan Isu Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak adalah Hoaks

Polda Metro Jaya membantah kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak. Polisi memastikan informasi yang beredar di media sosial merupakan hoaks.

Juli 28, 2026 - 13:31
Polda Metro Tegaskan Isu Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak adalah Hoaks

JAKARTA - Polda Metro Jaya memastikan kabar yang beredar di media sosial mengenai ajudan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, yang disebut tewas ditembak adalah informasi bohong atau hoaks.

Isu tersebut sempat beredar melalui unggahan di media sosial Instagram yang menyebut seorang ajudan Febrie Adriansyah meninggal akibat ditembak. Dalam unggahan yang sama juga diklaim jenazah korban belum ditemukan. Namun, unggahan tersebut kini telah dihapus.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar setelah dilakukan pengecekan kepada jajaran Polres Metro Jakarta Selatan.

"Kami sudah konfirmasi ke Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, itu hoaks," ujar Budi Hermanto, Selasa (28/7/2026).

Menurut Budi, hasil konfirmasi menunjukkan ajudan Febrie Adriansyah dalam kondisi baik dan tidak mengalami peristiwa sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Karena itu, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

"Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," tegasnya.

Muncul Setelah Kasus Kematian Sutrimo

Beredarnya isu hoaks tersebut diduga berkaitan dengan kasus meninggalnya Sutrimo, yang diketahui merupakan kepala rumah tangga (karumga) Febrie Adriansyah.

Sutrimo ditemukan meninggal dunia di Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026). Saat ditemukan, korban dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan disebut mengeluarkan busa dari mulut.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring. Namun, pihak rumah sakit menyatakan Sutrimo telah meninggal dunia.

Hingga kini, penyebab kematian Sutrimo masih dalam penyelidikan kepolisian. Proses autopsi tidak dilakukan karena pihak keluarga menolak pemeriksaan terhadap jenazah.

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

Kabid Humas Polda Metro Jaya sebelumnya menyatakan pihaknya tetap mendalami setiap informasi yang berkaitan dengan kematian Sutrimo, termasuk berbagai foto, dokumen, serta narasi yang beredar di media sosial.

Menurut Budi, penyidik juga akan memeriksa keterangan dari pihak rumah sakit serta menelusuri rekam medis korban guna memastikan penyebab kematian secara objektif.

"Polda Metro Jaya pasti akan mendalami informasi sekecil apa pun, apalagi terkait tentang hilangnya nyawa seseorang. Apakah itu wajar atau tidak wajar," kata Budi.

Polisi menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada fakta yang mendukung klaim mengenai ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak. Masyarakat pun diminta lebih bijak dalam menyikapi informasi di ruang digital dan selalu memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow